Kabid Humas Polda NTB Harapkan Media Tanggalkan Bad News is Good News Journalism -->

Iklan Semua Halaman

.

Kabid Humas Polda NTB Harapkan Media Tanggalkan Bad News is Good News Journalism

Saturday, February 13, 2021

 

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto saat Bersilaturahmi dengan Wartawan yang Bertugas di Kota Bima dan Kabupaten Bima. Silaturahmi Berlangsung di Ilo Cake Kota Bima, Kamis (11/2/2021) lalu. Foto B-11.

Bima, Berita11.com— Selain fungsi kontrol, pers memiliki lima fungsi, termasuk di antaranya fungsi informasi dan edukasi sebagaimana Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Loyalitas pers merupakan nilai-nilai kebenaran yang dianut banyak orang (public).


Sesuai UU Nomor 40/ 1999, pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memiliki, memperoleh, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, gambar, suara, gambar, serta data dan grafik dan dalam bentuk lainnya. Yang menggunakan media elektronik, media cetak, dan segala jenis saluran yang tersedia. Fungsi informasi dari pers diatur dalam pasal 33 UU 40/1999,  bahwa fungsi pers adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol sosial.


Pers juga merupakan pilar keempat demokrasi, setara dengan eksekutif, legislatif dan yudikatif.


Pers atau media yang kekinian telah banyak menanggalkan langgam (gaya) atau prinsip jurnalisme bad news is good news atau berita buruk adalah berita baik, namun bergaya kekinian, dengan prinsip good news is good news, berita baik adalah kabar baik. Bahwa konstruksi pers juga mempertimbangkan aspek kepentingan banyak orang (publik) termasuk pembangunan yang di antaranya kondusivitas merupakan keniscayaan dalam mewujudkannya.


Hal itu juga menjadi harapan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kabid Humas Polda NTB), Komisaris Besar Polisi Artanto saat bersilaturahim dengan jurnalis yang bertugas di Kota Bima dan Kabupaten Bima, di Ilo Cake, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bima, Kamis (11/2/2021) lalu.


“Saya harap prinsip bad new is good news  kita tinggalkan, tapi good news is good news, teori itu kita tinggalkan,” harap Kombes Pol Artanto di depan wartawan.


Menurut Artanto, media adalah bagian dari kekuatan untuk membangun hal positif untuk bangsa dan negara, sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, pers adalah pilar keempat demokrasi yang setara dengan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Sehingga perlu manajemen informasi, di antaranya mempertimbangkan kepentingan banyak orang (negara) seperti iklim investasi atau usaha, yang membutuhkan kondusivitas.


Lulusan Akpol 1994 ini mencontohkan bagaimana isu tentang aksi terror bom Thamrin Jakarta digoreng sedemikian rupa hingga menjadi tranding di Twitter tahun 2016 lalu, sehingga seolah-olah kondisi Jakarta ketika itu dalam kondisi mencekam dan berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi di Ibukota. Hal itu dapat diseimbangkan melalui mesin artificial intelligent yang diaktifkan Polda Jaya untuk menangkal informasi yang beredar luas dan sebagian besarnya merupakan disinformasi.


“Berita sedikitpun pasti mencuat seperti anak kawin kawin dengan dua orng, pasti langsung masuk dunia Medsos dan langsung viral. Terima kasih kepada teman teman sekalian, tahu isi hati saya dan tahu isi hati Kapolres,” ucapnya.


Kendati berharap agar media dapat mempertimbangkan informasi buruh (bad news), pria kelahiran Pangkal Pinang ini memahami kebebasan pers. Polda NTB juga berkomitmen membuka akses informasi kepada pers, kecuali informasi dikecualikan (rahasia negara), termasuk mendorong Bagian Humas Polres di seluruh NTB untuk menyampaikan informasi dan perkembangan kasus, khususnya yang ditangani aparat kepolisian sesuai ruang lingkup masing-masing.


Hal itu tidak terlepas dari prinsip Polri modern, di antaranya dalam mendorong informasi positif termasuk tentang kinerja maupun sepak terjang kepolisian.


“Mengenai berita hot, sebenarnya senang juga membuat berita hot yang bernilai edukasi, akan tetapi tolong kami untuk judul berita kami dibantu agar tidak multitafsir,” harapnya.


Dalam kegiatan yang turut dihadiri Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo S.Ik dan Kasat Lantas Polres Bima, Agus Pujianto S.Pd, Kabid Humas Polda NTB juga menerima input dari sejumlah awak media untuk perbaikan kinerja Bagian Humas di Polres. [B-11]