Merasa Dirugikan, UD Naira Adukan dua Orang Anggota Koptan Jagung Sejahtera ke Polisi -->

Iklan Semua Halaman

.

Merasa Dirugikan, UD Naira Adukan dua Orang Anggota Koptan Jagung Sejahtera ke Polisi

Monday, February 8, 2021
Pemilik UD Naira Abdul Farid usai memberikan keterangan pers di kediamannya. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Pemilik UD Naira, terpaksa tempuh jalur hukum dengan melaporkan dua orang pria dari anggota kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi Tani (Koptan) Jagung Sejahtera Kabupaten Dompu.


Kedua oknum tersebut masing-masing pria berinisial IL dan MJ dan keduanya merupakan warga yang sama yakni Desa Doromelo, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, NTB.


UD Naira layangkan pengaduan ke Polres Dompu lantaran merasa dirugikan dengan delik dugaan penipuan dan penggelapan, dan pengaduan itu dilayangkan pada Rabu (3/2/2021) pekan lalu.


Menurut pemilik UD Naira Abdul Farid, IL dan MJ meminjam bibit jagung, pestisida dan kalaris atas kesepakatan Koperasi Tani Jagung Sejahtera yang diketuai H. Nurdin dan Sekertaris H. Abidin hingga capai puluhan juta perorang.


"IL sebanyak Rp 40 juta tapi sudah diganti Rp5 juta, sisanya Rp35 juta, sehingga dibuatkan surat perjanjian akan membayar bulan satu, tapi sekarang sudah lewat, sedangkan MJ sebesar Rp 65 juta," ungkap Abdul Farid, Minggu (7/2/2021) sore.


Sebelumnya, anggota Koperasi Tani Jagung Sejahtera ini telah membuat surat pernyataan dengan Koperasi Tani Jagung Sejahtera dengan Nomor 04/Koptan-JS/PKT/I/2019 tertanggal 12 Januari 2019.


Berikut bunyi surat pernyataan antara Koperasi Tani Jagung Sejahtera dengan anggota kelompok tani.


Dengan ini menyatakan yang sebenar-benarnya/sesungguhnya bawa anggota koperasi Tani jagung Sejahtera Kabupaten Dompu yang telah meminjam bibit jagung, pestisida dan kalaris pada toko UD Naira sebagai penyalur dengan menunggu pencairan kredit KUR pada Bank Mandiri Cabang Dompu yang dikoordinir Koperadi Tani Jagung Sejahtera Kabupaten Dompu.


Apabila pencairan KUR melewati limit waktu atau tanggal yang ditentukan, maka pengurus Koperasi Tani Jagung Sejahtera sanggup dan bersedia melakukan penagihan paksa dengan menyita, menjual atau lelang aset milik anggota dan hasil panen untuk pelunasan utang atau pinjaman petani atau anggota Koperasi Tani Jagung Sejahtera dimaksud.


"Semoga aparat penegak hukum serius dalam menangani persoalan yang kami hadapi sekarang ini," harap Abdul Farid. [B-10]