Perdana, Koordinator Nasional KKT-PTI dapat Kunker di Dompu Provinsi NTB -->

Iklan Semua Halaman

.

Perdana, Koordinator Nasional KKT-PTI dapat Kunker di Dompu Provinsi NTB

Friday, February 26, 2021
Rombongan Kornas KKT-PTI beserta Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Jambu saat sesi foto bersama di pantai Wadu Jao. Foto Godam Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Koordinator Nasional (Kornas) Komando Kawasan Terpaud Pemuda Tani Indonesia (KKT-PTI) Jamaludin mendapat kunjungan kerja (Kunker) perdana di Desa Jambu, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB, Jumat (26/2/2021) sore.


Kunker Kornas KKT-PTI di Dompu Provinsi NTB merupakan kunjungan pertama dari 34 provinsi di Indonesia dalam menjalankan program yang sudah dicanangkan Kementerian Pertanian RI.


"Sebelumnya, saya belum berkunjung ke provinsi lain dan Provinsi NTB ini yang pertama kalinya yaitu di Desa Jambu," kata Kornas KKT-PTI Jamaludin kepada Berita11.com.


Jamaludin menjelaskan, adapun tujuan kunjungan tersebut, ingin melihat secara langsung potensi daerah yang sudah diajukan kelompok tani khususnya di Desa Jambu. 


"Alhamdulillah, Jambu memang luar biasa potensinya, masuk dalam kategori program kami, sepulang dari sini nanti, kami akan menghadap pak menteri supaya merealisasikan bantuan program yang memang sudah diprakarsai oleh KKT-PTI," ungkap Jamaludin.


Diakuinya, Kornas berkewajiban bagaimana membatu kementerian dan para petani untuk membangkitkan peranan anak-anak muda di tiap-tiap desa yang ada di 34 provinsi terutama di sektor pertanian dalam meningkatkan produksi ketahanan pangan dan hewani termasuk pemberdayaan anak-anak muda.


"Kita akan buat integrasikan antara pertanian dan peternakan, jadi dalam kawasan terpaut itu, kita integrasi adanya pertanian baik itu berupa persawahan, holtikultura lalu kombinasikan dengan peternakan," bebernya.


Menurut Jamaludin, orientasi mereka terhadap satu orang pemuda tani dengan diberikan satu ekor sapi, tiga ekor kambing, 10 ekor ayam dan 10 ekor itik ditambah lagi dengan peternak ikan, dan ada juga tanaman holtikultura yang dikombinasikan dengan jambu kristal.


"Kenapa kita buatkan konsep integrasi seperti itu, supaya bisa menghasilkan pupuk organik pupuk kompos yang dihasilkan dari kotoran sapi gunanya pupuk itu untuk tanaman hortikultura," terangnya.


Dengan adanya program itu, lanjut Jamaludin, KKT-PTI berkeinginan agar semua petani muda yang sudah tergabung di dalamnya tidak ada lagi istilah kesulitan pupuk bahkan mengharap adanya pupuk pestisida.


"Kita ingin merubah paradigma, yang selama ini orang tergantung pupuk kimia atau pestisida, sekarang kita akan merubah itu menjadi pupuk organik yang saya rasa jauh lebih sehat buat masyarakat Indonesia," inginnya.


Jamaludin mengambil contoh pada orang-orang jaman dulu, yang tidak pernah kenal pupuk pestisida, meski tanpa pupuk pestisida, tanaman orang pada jaman dulu tetap subur-subur, hal itu lah yang diinginkan dengan mengembalikan pada jaman itu.


Lebih jauh, hal terpenting menurut Jamaludin, adalah bersinergi dengan kementerian pertanian dan mampu meningkatkan ketahanan pangan pertanian maupun hewani.


Dengan adanya pemberdayaan anak muda di tiap-tiap desa yang ada di 34 provinsi dengan memberikan bantuan terutama bagi para pemuda yang belum tersentuh bantuan pemerintah.


bakulan sawah baru atau palawija Namun kita melihat kemajuan kelompok tani kelompok tani yang selama ini belum pernah mendapatkan bantuan itu 


"Yang menjadi sasaran kami adalah akan berikan kesempatan kepada kelompok kelompok tani yang selama ini belum berkesempatan mendapatkan bantuan makanya saya melihat Desa Jambu ini patut mendapatkan bantuan program ini," pungkasnya. [B-10/Godam]