Positif Covid-19, Dua Warga Kota Bima Meninggal Dunia -->

Iklan Semua Halaman

.

Positif Covid-19, Dua Warga Kota Bima Meninggal Dunia

Tuesday, February 23, 2021
Suasana Pemakaman Pasien Positif Covid-19 Berinisial Ny NR oleh Petugas Medis Berpakaian APD di TPU Kelurahan Sambinae Kota Bima, Senin (22/2/2021) Malam. Foto B-12/ Berita11.com.


Kota Bima, Berita11.com— Dua warga Kota Bima masing-masing berinisial Ny. NR (63 tahun) dan Tn S (61 tahun) meninggal dunia karena positif Covid-19 setelah sempat menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima dan RSUD Kota Bima. Kedua pasien positif Covid-19 dimakamkan sesuai protocol pencegahan Covid-19 pada waktu yang berbeda, Senin (22/2/2021).

Informasi yang dihimpun Berita11.com/ TVSebelas.com, Ny NR meninggal dunia sekira pukul 18.00 Wita di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima di Jalan Datuk Dibanta, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima setelah dirawat di ruang isolasi sejak 21 Februari 2021 lalu dengan penyakit bawaan diabetes, sesak napas dan batuk. Pasien merupakan warga Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda Kota Bima.

Petugas Berpakaian APD Lengkap Bersiap-Siap Membawa Keluar Peti Jenazah Pasien Positif Covid-19 di RSUD Kota Bima, Senin (22/2/2021) Malam. Foto B-12/ Berita11.com.



Pasien mendatangi UGD RSUD Kota Bima sekira pukul 15.00 Wita pada Minggu (21/2/2021) untuk melakukan perobatan diabetes, batuk, sesak napas dan mencret. Sesuai SOP, pihak RSUD melakukan swab cito antigen, sehingga pasien dirawat di ruang perawatan A-Nur. Pada Senin pagi, hasil swab cito antigen terhadap pasien keluar dengan hasil positif Covid-19, sehingga pasien dipindahkan ke ruang isolasi terpusat RSUD Kota Bima.

Pasien mengalami penurunan pneumonia bilateral berat dan gagal napas hingga dinyatakan meninggal dunia sekira pukul 18.00 Wita. Jenazah pasien ditangani sesuai protocol kesehatan, di antaranya pemulasaran.

Pantauan langsung Berita11.com/ TVSebelas.com, jenazah pasien positif Covid-19 dibawa keluar menggunakan ambulan RSUD Kota Bima EA 9018 SY yang dikawal Polsek Asakota yang dipimpin Kepala SPK Polsek setempat, Bripka Iwan PJ. Jenazah pasien kemudian dimakamkan sekira pukul 22.55 Wita di TPU Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda Kota Bima sesuai protokol Kesehatan Covid-19.

Pantauan TVSebelas.com, pada hari yang sama, Senin (22/2/2021) sekira pukul 12.55 Wita, jenazah pasien positif Covid-19 berinisial Tn S, warga Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba Kota Bima yang meninggal dunia di ruang Isolasi Covid-19 RSUD Bima, Jalan Langsa Kelurahan Rabangodu Selatan, Kota Bima pada Minggu (21/06/2021) sekira pukul 16.30 Wita, dimakamkan sesuai protocol Covid-19 di TPU Suhada, Kelurahan Rabangodu Utara.

Kerabat Tn. S Tampak Terpukul saat Pemakaman Pasien Positif Covid-19 di TPU Suhadah Kelurahan Rabangodu Utara, Kota Bima, Senin (22/2/2021) Siang. Foto B-12/ Berita11.com.


Pemakaman pasien positif Covid-19 diiringi tangis kerabat pasien dan warga sekitar. Pemakaman pasien yang berprofesi wartawan ini, juga dihadiri sejumlah rekan almarhum dan sejumlah pejabat. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, pada 18 Februari 2021, pasien sempat terjadi di kamar mandi di rumahnya. Tn S kemudian dibawa oleh keluarganya ke UGD RSUD Bima dan sesuai SOP pasien langsung dilakukan swab cita antigen dengan hasil swab positif Covid-19. Pasien dirawat di ruang isolasi Covid-19 RSUD Bima dengan penyakit bawaan pneumonia bilateral berat dengan ancaman gagal nafas, stroke hemoragik.

Perihal meninggalnya pasien positif Covid-19 berinisial Tn S (61 tahun), warga Kelurahan Rabangodu Utara, Kota Bima dibenarkan Bagian Humas RSUD Bima, dr H Muhammad Akbar.

Secara terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad, S.Sos mengatakan, penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bima karena masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap protocol kesehatan pencegahan Covid-19.

Diakuinya, upaya sosialisasi dan penegakan hukum juga belum efektif mendorong masyarakat untuk sadar terhadap protocol kesehatan pencegahan Covid-19, termasuk dalam penerapan PPKM sebagaimana yang diterapkan pada sejumlah daerah lain di Indonesia.




Ahmad menyebut, sebagian besar masyarakat masih menganggap Covid-19 ilusi atau tidak mempercayai adanya virus corona, sehingga mempersulit upaya pemerintah daerah memaksimalkan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kendala kita termasuk kesadaran masyarakat kita masih rendah terhadap protocol kesehatan. Bahkan sebagian masyarakat kita tidak percaya adanya virus Covid-19,” ujar Ahmad.

Ahmad juga mengatakan, realisasi vaksinasi di Kota Bima pada tahap pertama dan kedua masih rendah karena adanya sejumlah hambatan seperti factor-faktor dikecualikan sebagai persyaratan peserta vaksin seperti penyakit tertentu, ibu menyusui maupun riwayat terjangkit covid-19 sebelumnya.

Sebagaimana data Gugus Tugas Kota Bima, hingga saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bima sebanyak 908 orang, yang masih diisolasi 188 orang, telah sembuh sebanyak 692 orang dan total pasien positif Covid-19 yang meninggal 29 orang.

Seperti siaran pers Gugus Tugas Provinsi NTB, Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Drs H Lalu Gita Ariadi M.Si, menyebut, pada Senin, 22 Februari 2021, telah diperiksa di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RS Bhayangkara Mataram, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa sebanyak 103 sampel. 

Ariadi menyebut, hasil pemeriksaan tersebut 67 sampel negatif, 3 sampel positif ulangan, dan 33 sampel kasus baru positif Covid-19. [B-12/B-11]