Selain Perjuangkan SK Pemuda Perawat BSD, Akhdiansyah Bakal Ambil Bagian untuk Penataan -->

Iklan Semua Halaman

.

Selain Perjuangkan SK Pemuda Perawat BSD, Akhdiansyah Bakal Ambil Bagian untuk Penataan

Tuesday, February 16, 2021
Saat foto bersama Lurah Kandai Satu Dedy Arsyik, S.Sos dan sejumlah pemuda rombongan Akhdiansyah, S.Hi usai memberikan keterangan pers. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Anggota DPRD Provinsi NTB Akhdiansyah, S.Hi mengatakan, situs peninggalan sejarah seperti Bukit Sultan atau makam Sultan Syamsudin yang terletak di Lingkungan Dorompana Kelurahan Kandai Satu memang perlu ditata dan dirawat bahkan dilestarikan, karena, hal itu menjadi spot penting dimiliki Kabupaten Dompu.


"Infrastruktur ini perlu ditata dan dibenahi, kita minta Pemda Dompu nanti untuk melirik tempat ini termasuk saya juga selaku DPR Provinsi akan ambil bagian untuk melakukan penataan seperti bangunan-bangunan ini (Makam Sultan Syamsuddin)," kata anggota komisi V fraksi PKB ini saat berada di atas BSD, Selasa (16/2/2021) siang.


Selain itu, Akhdiansyah juga bakal memperjuangkan keinginan pemuda setempat untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu untuk beberapa orang perwakilan perawat Bukit Sultan Dorompana (BSD) minimal 10 orang.


"Secara sejarahnya, ini penting oleh Pemda, nggak ada alasan untuk tidak dirawat, harus dirawat, karena adat dompu itu, ada di sini, nanti saya akan telpon beliau selaku Bupati Baru (Abdul Kader Jaelani) sekaligus teman saya dan saya akan kasih tahu untuk melirik keinginan pemuda di sini," janji Akhdiansyah.

Akhdiansyah saat ziarah makam Kesultanan Dompu. Sultan yang pertama kali membawa ajaran Islam. Foto Poris Berita11.com.

Menurut dia, Bupati yang terpilih ini nantinya akan meletakan sejarah yang bagus yang dimana Bupati yang pertama kali yang memperhatikan sejarah di Bumi Nggahi Rawi Pahu ini satu-satunya dan orang pertamakali adalah Abdul Kader Jaelani.


"Untuk itu saya berharap Bupati yang baru bisa memperhatikan juga situs-situs peninggalan sejarah dan museum untuk sejarah harus ada, kita harus punya miniatur atau replikasi karena bagaimanapun museum atau istana nanti itu menjadi simbol bahwa Dompu ini Kesultanan," ungkapnya.


Di Kelurahan Kandai Satu banyak situs-situs peninggalan, baik pada masa kerajaan maupun pada masa kesultanan, untuk itu Akhdiansyah meminta terhadap para pemuda, lebih-lebih pemerhati budaya untuk tetap lestarikan dan dijaga serta dirawat tempat yang mempunyai nilai mistis ini.


"Kita semua wajib untuk menjaga dan merawat peninggalan sejarah seperti ini, tanpa hal-hal seperti ini kita kehilangan identitas, ini adalah wajah dan simbol kita sebagai orang dompu, situs-situs istana kerajaan atau simbol-simbol kerajaan itu semua harus ada," isyaratnya. [B-10]