Soal Ani Imelda Dibentak dan Diusir Keluar di Rumah Dinas Lapas Dompu, Kalapas Bantah -->

Iklan Semua Halaman

.

Soal Ani Imelda Dibentak dan Diusir Keluar di Rumah Dinas Lapas Dompu, Kalapas Bantah

Saturday, February 13, 2021
Kalapas Kelas IIb H. A. Halik usai memberikan keterangan pers. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Menyikapi atas pernyataan Ani Imelda (43) melalui media yang mengatakan bahwa dirinya dibentak dan diusir keluar dari rumah Dinas Lapas Kelas IIb Dompu dibantah oleh Kepala Lapas (Kalapas) setempat H. A. Halik.


"Terkait apa yang dibeberkan dalam media itu bahwa saya membentak dan mengusir keluar rumah itu tidak benar," bantah Kalapas di hadapan sejumlah awak media di ruangan kerjanya, Jumat (12/2/2021) malam.


Menurutnya, seorang ibu rumah tangga yang diduga ditelantarkan oleh suaminya inisial MJ alias Capung yang juga pegawai di Lapas Kelas IIb ini, memang pernah dipanggil untuk memberitahukan agar segera keluar dari rumah tetapi dengan cara baik-baik. 


Hal itu dilakukan, karena ada pegawai baru sebanyak delapan orang yang bakal datang dari luar daerah, berhubung MJ (suami Ani Imelda) telah lama mengajukan surat pengunduran diri untuk tidak lagi tinggal di rumah dinas pada tanggal 14 April tahun 2018 lalu.


"Memang saya memanggil yang bersangkutan secara resmi tujuannya untuk memberi tahukan bahwa ada pegawai baru yang datang dari jauh tentu membutuhkan sarana untuk tempat tinggal," ungkap H. A. Halik.


Kalapas mengaku, saat pertemuan pada Senin (8/2) di ruangan Kalapas beberapa hari lalu, sempat mendapatkan solusi terbaik yang dimana Ani Imelda menyepakati atas permintaan Kalapas dengan catatan meminta waktu selama tiga hari.


"Kita putuskan hari Jumat, tapi dia (Ani Imelda, red) meminta hari Minggu (15/2) lusa dan kami terima, tapi kalau dibilang dibentak dan diusir itu tidak benar, bahkan kami menyiapkan sarana mobil dan orang-orang untuk mengangkut barang-barangnya sesuai permintaan dia," terang Kalapas.


Terkait dengan laporan pengaduan Ani Imelda, Kalapas menegaskan, pihaknya tidak pernah tolak, hanya saja disuruh perbaiki tanggal dan bulan beserta tahun, karena pengaduan yang diajukan Ani Imelda masih tertera tanggal, bulan dan tahun 2020 lalu, sementara Kalapas menjabat baru lebih kurang satu bulan.


"Dia menyerahkan surat laporan itu benar, begitu saya buka, suratnya tertera tanggal 20 April tahun 2020, akhirnya saya suruh perbaiki ulang, tetapi sampai sekarang belum juga balik, saya tidak punya hak untuk melarang untuk lapor," tegasnya.


Disinggung terkait oknum pegawai Lapas inisial MJ yang diasumsikan penelantaran juga sudah menikah dengan wanita lain sebagai mana yang dilansir media ini sebelumnya, Kalapas kembali menegaskan, pihaknya bakal melakukan pembinaan bahkan diproses sesuai aturan yang berlaku.


"Kalau memang betul apa yang dilakukan oknum ini, tetap kami proses sesuai Undang-undang yang  belaku, ngapain kita melindungi, tapi selama saya di sini belum tahu apa-apa tentang ASN ini," tandas Kalapas. [B-10]