Soal Foto Gubernur NTB dan Kepala OPD, Ruslan Turmuzi: Mengkritisi Wajar, tapi jangan Berlebihan -->

Iklan Semua Halaman

.

Soal Foto Gubernur NTB dan Kepala OPD, Ruslan Turmuzi: Mengkritisi Wajar, tapi jangan Berlebihan

Tuesday, February 2, 2021
Politisi PDI Perjuangan NTB, H Ruslan Turmuzi Foto Bersama Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto.



Mataram, Berita11.com— Politisi PDIP H Ruslan Turmuzi, menilai polemik tentang foto Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) berenang beramai-ramai di sebuah kolam alami di Lombok Utara, sudah selesai dengan permintaan maaf Gubernur NTB.

Menurut dia, yang terpenting ke depan kasus serupa ini tak perlu lagi terjadi. Sebab saat ini semua pihak tengah berjibaku dan bersinergi bersama dalam menekan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat di wilayah NTB.

"Kan Gubernur sudah minta maaf, ya wajiblah dimaafkan. Artinya Gubernur gentleman dan mengakui kekeliruannya dan saya rasa ini tidak akan terjadi lagi,” kata Ruslan, menjawab wartawan di Mataram, Selasa (2/2/2021).

Ruslan mengatakan, sebagiamana foto-foto yang beredar dan juga sesuai penjelasan Gubernur Zulkieflimansyah, bisa dipahami bahwa kejadian tersebut memang sangat spontan dan tidak direncanakan. Ada kunjungan kerja dan masyarakat ingin destinasi wisata lokal mereka terekspose ke luar.

Terlepas dari berenang beramai-ramai, dia justru menyatakan salut dengan sikap Gubernur NTB yang sangat low profile dan bersedia menempatkan diri di tengah masyarakat, sekaligus mempromosikan kolam renang alami di Lombok Utara.

“Semua harus kita lihat secara proporsional. Gubernur berenang di kolam itu untuk menghargai masyarakat yang memang senang dikunjungi pemimpin daerah. Gubernur kan maksudnya baik, ingin mempromosikan destinasi yang belum terekspose,” ucap politisi senior PDI Perjuangan NTB yang akrab disapa RT ini.

Menurutnya, hal itu tentu berbeda jika misalnya gubernur kedapatan sengaja berkerumun atau mengumpulkan kerumunan di luar tugasnya sebagai kepala daerah.

“Kalau gubernur kongkow-kongkow sama kepala OPD di sebuah coffee shop tanpa protokol kesehatan ya, pasti kami lebih duluan akan menyemprit beliau. Tapi ini kan konteksnya beda, gubernur sedang mengunjungi rakyatnya, terus rakyat persilahkan mencoba kolam renang,” ujarnya.

“Kalau karena ini gubernur terus disalahkan, kan bisa merembet masyarakat juga ikut disalahkan. Saya pikir, kritik dan saran boleh saja, tapi jangan berlebihan,” lanjutnya.

Ruslan menekankan, daripada sibuk mengungkit dan mengkritisi soal mandi di kolam, lebih baik semua pihak bercermin dan melakukan tindakan yang bisa menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal penerapan protokol kesehatan.

“Banyak yang kritisi karena gubernur nggak pakai masker. Ya di kolam renang mana ada yang pakai masker? Masak mandi pun harus bermasker? Yang mengkritisi juga bercermin lah sudah taat belum dengan protokol Covid-19?” tanya RT.

RT menegaskan, pihaknya tidak dalam posisi membela Gubernur NTB dalam hal ini. Hanya saja, dia perlu bersuara, agar masalah seperti ini tidak menjadi polemik yang justru kontra produktif bagi pembangunan daerah di NTB. Apalagi, soal kolam renang ini menjadi trending di media nasional.

“Masih banyak yang harus dilakukan di NTB ini. NTB sedang semangat-semangatnya dengan Mandalika dan rencana MotoGP 2021 dan NTB juga tengah berjibaku melawan pandemi corona,” katanya.

Dia menekankan, ada banyak program yang sudah mulai tampak hasilnya di era pemerintahan Zul-Rohmi saat ini. Harusnya hal itu yang terus didorong untuk menyemangati masyarakat NTB.

"Ada program industrialisasi, zero waste, dan peningkatan ekonomi kerakyatan yang tengah dilakukan gubernur, wagub dan jajaran Pemprov yang sudah menampakan hasil. Lebih baik ini yang difokuskan bersama," pungkasnya. [B-19]