24 Dosen STKIP Tamsis jadi DPL Mahasiswa dari Berbagai Kampus di Indonesia -->

Iklan Semua Halaman

.

24 Dosen STKIP Tamsis jadi DPL Mahasiswa dari Berbagai Kampus di Indonesia

Tuesday, March 23, 2021
Wakil Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Syarifudin M.Pd Bersama Sejumlah Mahasiswa Bertemu Kepala Dinas Dikbudpora Kota Bima. Foto Humas STKIP TSB.


Bima, Berita11.com— Sebanyak 24 dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima menjadi dosen pembimbing lapangan (DPL) mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim bahwa Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) mulai diberlakukan di perguruan tinggi. Hal itu sebagiamana Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 1.

“Alhamdulillah 24 dosen STKIP Tamsis Bima mendapatkan kesepatan untuk menjadi DPL pada program Kampus Mengajar. Ada yang DPL bagi mahasiswa dalam kampusnya sendiri dan ada juga dari luar kampus yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Wakil Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr Syarifudin M.Pd, Selasa (23/3/2021).

Syarifudin juga mengungkapkan, tidak hanya kalangan dosen, 14 mahasiswa kampus setempat juga lolos dan bergabung dalam program tersebut. Belasan mahasiswa STKIP Tamsis itu berasal dari tujuh program studi yang ada di kampus setempat.

“Mereka akan mengajar di sekolah-sekolah dasar yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Hal ini menjadi kebangaan tersendiri bagi kampus STKIP TSB. Dosen dan mahasisnya bisa menjadi bagian dari program ini. Walaupun awalnya kampus ini merasa tidak percaya diri untuk merekomendasikan dosen dan mahasiswanya,” ujarnya.

Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) mulai diberlakukan di perguruan tinggi. Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim tersebut berkaitan pemberian kebebasan bagi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di luar program studi dan kampusnya maksimal tiga semester. Kebijakan MBKM memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun M.Si Berdiskusi Ringan dengan Kaprodi dan Waket STKIP Taman Siswa Bima, Dr Syarifudin.


Salah satu bentuk kebijakan itu, asistensi mengajar di satuan pendidikan. Untuk mendukung ini, pemerintah mengeluarkan satu program Kampus Mengajar diperuntukkan kepada seluaruh mahasiswa di Indonesia. Mahasiswa diberi kesempatan mengajar di sekolah-sekolah dasar terdekat dari rumah masing-masing.

Mendukung program tersebut, STKIP Taman Siswa Bima memberikan rekomendasi kepada mahasiswa untuk mengikuti program tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain mahasiswa, program ini juga memberi kesempatan kepada dosen menjadi DPL.

Sebelumnya, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun M.Si sering menggelorakan kepada dosen dan mahasiswa setempat untuk terus berlari dan mengejar capaian (target) yang ingin diraih pengajar dan mahasiswa, sebagaimana yang tercatat dalam target kampus. [B-11]