Alumni IMAHUNGGARAPA Ambil Bagian Ringankan Beban Korban Banjir Bandang di Hu'u -->

Iklan Semua Halaman

.

Alumni IMAHUNGGARAPA Ambil Bagian Ringankan Beban Korban Banjir Bandang di Hu'u

Friday, March 12, 2021
Sejumlah alumni IMAHUNGGARAPA usai menyalurkan bantuan sembako kepada korban banjir bandang di Kecamatan Hu'u. Dok. Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Bencana banjir bandang yang menghantam Desa Daha, Marada dan Rasa Bou di wilayah Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu beberapa hari lalu, menyita perhatian sejumlah pihak. 


Bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak, baik dari Organisasi masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah bahkan Pemerintah maupun para Mahasiswa.


Selain para pihak tersebut, alumni Ikatan Mahasiswa Hukum Nggahi Rawi Pahu (IMAHUNGGARAPA) yang merupakan perkumpulan mahasiswa hukum Mataram juga ambil bagian dalam meringankan beban korban banjir bandang, Jumat (12/3/2021) pagi.


Rahmat Akbar, SH, MH perwakilan alumni IMAHUNGGARAPA kepada Berita11.com mengatakan, giat sosial kemanusiaan yang dilakukan itu didasari atas rasa empati melihat korban bencana banjir yang begitu massif.


"Bantuan yang disalurkan berupa sembako sejumlah 100 paket, dan diberikan langsung kepada warga yang terdampak banjir di dua desa yaitu Daha dan Marada," kata Akbar panggilan akrabnya.


Menurut Akbar, bantuan sembako yang disalurkan bersumber dari hasil sumbangan yang digalang oleh sejumlah anggota alumni IMAHUNGGARAPA selama beberapa hari. 


"Alhamdulillah, penyerahan bantuan itu diwakili oleh beberapa alumni yang ada di Kabupaten Dompu dan telah sukses mendistribusikannya dan kegiatan itu merupakan perwujudan salah satu tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat," pungkas Akbar.


Sementara, Ketua relawan muda Aswatullah pria (19 tahun) warga Desa Daha menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian alumni IMAHUNGGARAPA dalam meringankan beban wargannya.


"Kami sangat bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada Abang-abang dari alumni IMAHUNGGARAPA insya Allah bantuan ini pasti kami sampaikan kepada yang berhak mendapatkannya," ucap Uswatullah.


Menurut dia, banyak logistik yang dibagikan tidak merata disebabkan setiap logistik yang notabene yang disalurkan itu tidak langsung diserahkan terhadap korban, melainkan dialihkan kepada sasaran yang justru sudah menerima bantuan berkali-kali.


"Pembagian bantuan sedikit kacau atau tidak merata, sebagiannya yang mesti mendapatkan bagiannya terbengkalai atau dikesampingkan karena minimnya pengetahuan logistik yang masuk," ungkapnya.


Terpisah, Perwakilan Kepala Desa Marada, Siti Hajar (50) yang juga menerima pendistribusuian bantuan menuturkan, terkadang korban banjir mengambil bantuan tidak berdasarkan antrian, sehingga masyarakat mengambil logistik banyak yang ambil doubel.


"Kadang masyarakat mengambil logistik tidak mau antrian sehingga pembagiam logistik juga kadang tidak merata karena diambil langsung tanpa ada komado dari kepala desa, bahkan, satu orang yang ambil, dapat dua smpai tiga logistik," ungkap Ibu Siti Hajar. [B-10]