Audit Dugaan Korupsi Anggaran Masjid di Dorokobo, Inspektorat: Hampir Final -->

Iklan Semua Halaman

.

Audit Dugaan Korupsi Anggaran Masjid di Dorokobo, Inspektorat: Hampir Final

Thursday, March 18, 2021
Salah seorang massa aksi, Taufik, sedang berorasi di depan Kantor Inspektur Inspektorat. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Audit laporan pengaduan massa dari Gabungan Pemuda Kempo, Manggelewa dan Kilo (GPKMK) terkait dugaan korupsi, Kolusi dan nepotisme diduga dilakukan Kepala Desa Dorokobo Taufik hampir selesai.


Hal itu dijelaskan Inspektur Inspektorat Drs. H. Muhibuddin, M.Si melalui Irban V Bidang Investigasi Edi Kurniadin, SP saat menanggapi tuntutan massa aksi gabungan dari tiga kecamatan tersebut, Kamis, (18/3/2021) siang.


Di hadapan massa aksi, Edi Kurniadin menerangkan, bahwa anggaran pembangunan untuk Masjid Al-Muhajjirin di desa setempat senilai Rp 100 Juta dan anggaran swadaya masyarakat juga untuk Masjid tersebut senilai 47 juta bakal diserahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) ke Kejari Dompu pekan depan.


"Untuk proses audit khusus masalah pengaduan masyarakat Desa Dorokobo bisa saya pastikan hampir final, mudah-mudahan Minggu depan kita bisa serahkan ke Kejaksaan," jelas Irban V Bidang Investigasi Edi Kurniadin.


Sebelumnya, massa aksi dari tiga kecamatan tersebut yang diberi nama GPKMK menggelar orasi di depan Kejari Dompu dan dikawal ketat oleh aparat kepolisian dari Resor Dompu hingga menuju inspektur inspektorat.


Massa aksi mendesak Kejari Dompu agar segera menetapkan tersangka dan menahan oknum Kepala Desa Dorokobo Taufik yang diduga telah melakukan tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme dalam pelaksanan anggaran. [B-10]