Bappeda dan Litbang Gandeng Dikes Dompu Gelar Rembuk Stunting -->

Iklan Semua Halaman

.

Bappeda dan Litbang Gandeng Dikes Dompu Gelar Rembuk Stunting

Thursday, March 25, 2021
Dari Kanan, Kepala Bappeda dan Litbang Muhammad Syahroni, SP, MM, Ketua DPRD Dompu Andi Bachtiar, A.Md. Par, Wabup Dompu H. Syahrul Parsan ST MT dan ujung kiri Kepala Dikes Kabupaten Dompu Hj. Iris Kastianti, S..Km. M.PPM usai penandatanganan kesepahaman. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Penelitian dan pengembangan (Litbang) mengandeng Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu menggelar kegiatan rembuk stunting di aula Pendopo Bupati, Kamis (25/3/2021) pagi.


Kegiatan yang mengusung tema "Gizi Optimal Untuk Generasi Milenial" ini dibuka oleh Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan, ST.MT dan dihadiri seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Dompu dan stakeholder lainnya.


Wakil Bupati Dompu dalam sambutannya mengatakan, stunting adalah kondisi gagalnya pertumbuhan tubuh dan otak pada anak balita akibat kekurangan gizi.


Hal itu terjadi selama periode paling awal pertumbuhan perkembangan anak sehingga anak tumbuh lebih pendek dari pada anak yang normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berfikir.


"Permasalahan stunting terjadi sejak masa janin sampai anak berusia dua tahun atau yang lebih dikenal dengan periode 1000 tahun hari pertama kehidupan yang disingkat HTK yang merupakan periode kritis dalam pertumbuhan manusia," urai Wabub.


Dengan kondisi stunting, lanjut Wabup, terjadi gangguan pertumbuhan tumbuh dan otak pada anak dan anak yang tumbuh dengan stunting akan mengalami masalah dengan perkembangan kognitif dan psikomotorik.


"Untuk itu, stunting sangat penting untuk dicegah. Apalagi dampak stunting sangat sulit diperbaiki serta dapat merugikan masa depan seorang anak, bahkan bila tidak ditangani dengan baik akan berakibat fatal bagi pertumbuhan anak," imbuhnya.


Melalui kesempatan itu pula, Wabup mengapresiasi serta mendukung kegiatan tersebut sebagai bentuk upaya dalam mencegah stunting dan antisipasi penambahan balita stunting 


"Rembuk stunting salah satu aksi dari delapan aksi intervensi penurunan stunting terintegrasi melalui kegiatan ini kami mengajak dan berharap agar membangun komitmen bersama lebih khusus kepada peserta yang ikut kegiatan ini dapat melahirkan satu kesepakatan sebagai pedoman dalam penanganan stunting kedepannya," ungkapnya.


Di samping itu, perlu pula adanya kegiatan preventif dan promotif yang dapat mengedukasi dan mendorong masyarakat terutama ibu hamil untuk berprilaku yang mengarah pada peningkatan kesehatan gizi ibu dan anak.


Hal itu dilakukan agar sampai indikator di bidang kesehatan yaitu menurunkan prevalensi stunting pada anak di bawah umur di bawah usia dua tahun dapat tercapai


Dengan demikian, kedepannya mempunyai generasi penerus yang memiliki kemampuan emosional serta mampu berinovasi dalam mencapai tujuan pembangunan di Kabupaten Dompu.


"Sehingga cita-cita visi misi Kabupaten Dompu dalam mewujudkan masyarakat dompu yang masyhur yakni mandiri, sejahtera unggul dan religius dapat dicapai dengan baik," harap Wabup.


Sebelumnya, Kepala Dikes Hj. Iris Juita Kastianti, S. KM., M. Kes juga dalam sambutannya mengatakan, pemerintah daerah wajib dan bertanggungjawab melakukan kegiatan penanganan stunting untuk memperkuat efektivitas intervensi penurunan stunting.


Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta mengikuti pekerjaan dan pelaporan serta diwajibkan melaksanakan delapan aksi dan pada hari ini Dikes dan Bappeda telah melakukan aksi ke tiga yaitu rembuk stunting.


"Upaya penurunan stunting ini dilakukan melalui dua intervensi yaitu intervensi gizi spesifik dan hanya 30 % yang bisa kami lakukan, sementara 70 % butuh kerja sama dari semua pihak terutama dari pihak pemerintah dan 17 OPD terkait, serta dari pihak swasta maupun masyarakat," cetusnya.


Hj. Iris Juita Kastianti menerangkan, Dikes telah banyak menerima bantuan dari donatur salah satunya bantuan dari Baznas dan Baznas menyalurkan bantuan hampir setiap tahun. 


Lebih lanjut, Hj. Iris Juita Kastianti mengungkapkan, masalah stunting, dari tahun ke tahun Kabupaten Dompu sudah mampu mewujudkan penurunan, hal itu mulai tercatat sejak tahun 2019 lalu.


"Pada tahun 2019 kita berada di angka 29,19 % dan Alhamdulillah berbagai intervensi dan berbagai kegiatan juga berbagai program kita lakukan akhirnya angka stunting sudah berada pada angka 18,92 %," ungkapnya.


Dikatakannya, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyelamatkan generasi penerus dengan harapan mendapatkan rekomendasi dari semua pihak terutama peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.


"Kami berharap semua pihak dapat memberikan kontribusi terhadap stunting ini karena bagaimanapun angka stunting ini kalau perlu kita zerokan di Kabupaten Dompu," inginnya.


Usai memberikan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kesepahaman dalam penanganan stunting antara Wabup Dompu H. Syahrul Parsan, ST.MT, Ketua DPRD Dompu Andi Bakhtiar, A.Md, Par, Kepala Dikes dan Kepal Bappeda dan Litbang Muhammad Syahroni, SP, MM. [B-10]