Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Apresiasi Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Belu -->

Iklan Semua Halaman

.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Apresiasi Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Belu

Wednesday, March 10, 2021
Personel Satgas Pamtas RI RDTL Sektor Timur Yon 742/ SWY Membantu Persiapan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1943.


Atambua, Berita11.com— Puluhan personel Satgas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia – Republik Demokratik Timor Leste Sektor Timur Yonif 742/SWY yang beragama Hindu dalam tak lama lagi akan melaksanakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1943.

Menghadapi hari raya tersebut, puluhan personel Satgas Pamtas Sektor Timur Yonif 742/SWY ikut serta melaksanakan pembersihan dan penyiapan tempat upacara sembahyangan di Pura Atambua Kecamatan Kabupaten Belu NTT, Rabu (10/3/2021).

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Mayor Inf Bayu Sigit Dwi Untoro, mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan dari Perwira Pembinaan Mental (Pabintal) Satgas Kapten Inf I Ketut Nadra, bahwa Hari Raya Nyepi akan dilaksanakan pada Minggu, 14 Maret 2021. Persembahyangan Hari Raya Nyepi terpusat di Pura Atambua.

“Mulai hari ini, beberapa orang anggota Satgas dipimpin langsung Pabintal membantu masyarakat kita yang beragama Hindu dalam penyiapan Pura Atambua sebagai pusat upacara sembayangan seperti pembersihan dan menghias pura sebagai rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi,” ujar Mayor Inf Bayu Sigit Dwi Untoro di Mako Satgas Desa Umanen Kecamatan Atambua Barat Kabupaten Belu, Rabu (10/3/2021).




Selain itu, Bayu Sigit juga mengingatkan agar rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya mulai dari Melasti, Pengerupukan, Sipeng atau Catur Bratha Penyepian dan Ngembak Geni sehingga makna Hari Raya Nyepi betul-betul dapat diresapi dan berdampak positif pada peningkatan kinerja di satuan.

“Silahkan laksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada sehingga nilai-nilai yang terkandung pada perayaan Nyepi dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama peningkatan etos kerja di satuan,” ujarnya.

Alumnus Akmil 2003 itu juga mengapresiasi kerukunan umat beragama di Kabupaten Belu dan sekitarnya yang ditandai dengan toleransi hidup beragama dan menghargai perbedaan. “Semoga ini tetap terjalin dengan baik,” harapnya. [B-11]