Deflasi Kota Bima 0,14 Persen, Pendidikan dan Rekreasi tak Signifikan Sumbang Inflasi -->

Iklan Semua Halaman

.

Deflasi Kota Bima 0,14 Persen, Pendidikan dan Rekreasi tak Signifikan Sumbang Inflasi

Tuesday, March 16, 2021
Aktivitas Pedagang Bahan Pokok dan Barang Strategis di Pasar Tradisional Sila, Kecamatan Bolo, Kabuapten Bima. Foto B-11/ Berita11.com.


Kota Bima, Berita11.com— Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bima mencatat, pada Februari 2021 Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,14 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,95 pada bulan Januari 2021 menjadi 104,80 pada bulan Februari 2021.

Angka tersebut berlawanan arah dengan kondisi nasional yang mengalami inflasi sebesar 0,10 persen pada Bulan Februari 2021. Pada Februari 2021 sebagian besar kelompok komoditas tercatat mengalami inflasi, yaitu kesehatan sebesar 0,02 persen, transportasi sebesar 0,07 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,14 persen, dan perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,15 persen.

Kendati demikian, deflasi yang terjadi pada kelompok komoditas yang mengalami deflasi seperti makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,42 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,4 persen, dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen membuat Kota Bima mengalami kondisi deflasi. Sementara kelompok komoditas pakaian dan alas kaki, rekreasi, olahraga, dan budaya, pendidikan, dan penyediaan makanan dan minuman/restoran tercatat tidak mengalami perubahan selama periode pemantauan.

Kepala BPS Kota Bima, Joko Pitoyo Novaruddin SST., M.Si melalui BRS menjelaskan, laju inflasi Kota Bima tahun kalender Februari 2021 sebesar -0,04 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Februari 2020 sebesar 0,41 persen. Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Februari 2021 sebesar 0,19 persen, lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Februari 2020 sebesar 2,52 persen.

Dikatakannya, berdasarkan hasil pemantauan, perkembangan harga berbagai komoditas yang memiliki bobot besar secara umum menunjukkan penurunan harga. Pada bulan Februari 2021 Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,14 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,95 pada bulan Januari 2021 menjadi 104,80 pada bulan Februari 2021.

“Dengan angka inflasi tersebut, maka laju inflasi Kota Bima tahun kalender Februari 2021 sebesar -0,04 persen dan laju inflasi “tahun ke tahun” Februari 2021 sebesar 0,19 persen. Pada bulan Februari 2021 sebagian besar kelompok komoditas tercatat mengalami inflasi, yaitu kesehatan sebesar 0,02 persen, transportasi sebesar 0,07 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,14 persen, dan perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,15 persen,” ujarnya.

Meskipun begitu, deflasi yang terjadi pada kelompok komoditas yang mengalami deflasi seperti makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,42 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,4 persen, dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen membuat Kota Bima mengalami kondisi deflasi. Sementara kelompok komoditas pakaian dan alas kaki, rekreasi, olahraga, dan budaya, pendidikan, dan penyediaan makanan dan minuman/restoran tercatat tidak mengalami perubahan selama periode pemantauan. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di bulan Februari 2021 ini antara lain ikan bandeng/ikan bolu, tempe, bahan bakar rumah tangga, tahu mentah, dan rokok putih.

Adapun komoditas–komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain tomat, emas perhiasan, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah.

Pada Februari 2021, Kota Bima mengalami deflasi meskipun sebagian besar kelompok komoditas terpantau memberikan andil inflasi di Kota Bima, yaitu kesehatan sebesar 0,0017 persen, transportasi sebesar 0,0091 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,009 persen, dan perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,0007 persen. 

Sementara itu, andil deflasi diberikan oleh kelompok komoditas makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,1431 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,0283 persen, dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0006 persen, sementara kelompok komoditas pendidikan, penyediaan makanan dan minuman/restoran, dan rekreasi, olahraga, dan budaya, tercatat tidak memberikan dampak yang signifikan pada kondisi umum inflasi Kota Bima. [B-11]