Gubernur NTB, Bupati Dompu dan Wabup Kunjungi Korban Banjir di Hu'u -->

Iklan Semua Halaman

.

Gubernur NTB, Bupati Dompu dan Wabup Kunjungi Korban Banjir di Hu'u

Monday, March 1, 2021
Gubernur NTB dan Bupati Dompu diapit oleh warga Desa Daha usai kelilingi desa setempat. Foto Join BZ Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Gubernur NTB Dr. H. Zulkyeflimansyah, SE, M.Sc didampingi Asisten Ekonomi pembangunan Ir. Ridwansyah MH.MM bersama Bupati Dompu Abdul Kader Jaelani dan waKil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan, ST.MT kunjungi korban banjir bandang di Kecamatan Hu'u, Senin (1/3/2021) sore.


Pantauan Berita11.com, sekira pukul 15.10 Wita rombongan Gubernur NTB bersama Forum Kooordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Dompu tiba di lokasi banjir bandang di Desa Daha dan langsung meninjau rumah - rumah warga yang terkena banjir di sepenjang bantaran sungai.


Usai melakukan peninjauan keliling di Desa Daha, Gubernur serahkan bantuan secara simbolis kepada Camat Hu'u dan Kepala Desa Daha, untuk dibagikan ke warga yang terkena musibah banjir.


Pada kesempatan ini, Gubernur NTB di hadapan awak media mengatakan, langkah kongkrit yang akan dikerjakan dalam waktu dekat adalah melakukan normalisasi di sepanjang bantaran sungai sesuai anjuran Presiden RI.


Selain itu, Gubernur juga menghimbau terhadap warga agar membatasi perambahan hutan lindung Negara maupun Daerah.


"Sekarang Pemerintah Propinsi sudah mengeluarkan surat edaran, agar pemanfaatan kayu tidak ada di gunakan keluar Daerah," imbuhnya.


"Masyarakat lebih waspada apabila terjadi hujan lebat, segera menjauh dari rumah masing-masing," sambungnya.

Gubernur NTB saat menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Desa Daha. Foto Join BZ Berita11.com.

Gubernur kembali menerangkan, bentuk dari perhatian pemerintah kepada masyarakat yang terkena musibah, selain dilakukan perbaikan sepanjang bantaran sungai juga akan memberikan lima bahan pokok sembako dan selimut.


"Bantuan kepada masyarakat yang terkena banjir sudah diserahkan mulai dari kemarin melalui BPBD Kabupaten Dompu," ujarnya.


Menurut Gubernur, banjir bandang disebabkan akibat tersumbat sehingga meluber sampai ke kampung-kampung. "Alat berat akan segera datang yang menghambat itu akan segera diangkat," isyaratnya.


Lebih jauh, Gubernur mengatakan, di balik musibah yang terjadi menyadarkan kita semua bahwa penggundulan hutan perlu disadari, jangan sampai mengumpulkan kekayaan dan kesejahteraan tetapi hilang begitu saja karena bencana. 


"Kita harus seimbang lah kesejahteraan tetap kita inginkan, tetapi, daerah-daerah yang dilarang untuk digunduli harus kita pertahankan jangan sampai dibabat habis," ungkapnya.


Di samping volume airnya yang lebih besar dari biasanya, Gubernur menambahkan, juga ada faktor lain untuk menyadarkan masyarakat agar tidak menggundulkan hutan-hutan. 


"Jangan merambat hutan yang memang dilindungi dan dilarang oleh pemerintah, banjir memang terjadi di mana-mana, tapi perlu kesadaran kita semua," imbuhnya. [B-10/Join BZ]