Gudang Minyak Goreng Illegal di Mataram Dibongkar Polisi, 10.320 Botol Siap Edar Diamankan -->

Iklan Semua Halaman

.

Gudang Minyak Goreng Illegal di Mataram Dibongkar Polisi, 10.320 Botol Siap Edar Diamankan

Sunday, March 28, 2021
Kapolresta Mataram Didampingi Kasat Reskrim Menyampaikan Ketarangan Pers Terkait Pembongkaran Gudang Minyak Goreng Illegal, Minggu (28/3/2021).


Mataram, Berita11.com—Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satuan Reserse dan Kriminal Kepolsian Resor Kota (Polresta) Mataram membongkar praktik produksi minyak goreng tanpa izin edar yang berlokasi di Babakan, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, Sabtu (26/3/2021).

Gudang tersebut memproses minyak goreng curah dengan kemasan plastik dalam botol lengkap. Namun merk yang digunakan belum memiliki izin edar. Minyak goreng kemasan ilegal ini dikemas di salah satu gudang dengan luas satu hektar.

“Kasus ini termasuk tindak pidana di bidang perdagangan. Ini ribuan minyak goreng curah yang diedarkan tanpa izin edar. Modus ini kita bongkar hari Sabtu kemarin (27/03/2021) sekitar pukul 11.00 Wita,” ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK di Mataram, Minggu (27/03/2021).

Awalnya, Tipidter Polresta Mataram menerima informasi tentang kegiatan usaha tanpa izin edar. Lalu petugas mendatangi pemilik usaha. Dari penelitian singkat kepolisian, petugas yakin usaha tersebut melanggar ketentuan. Karena pemilik tidak dapat menunjukkan izin usaha lengkap, di antaranya tidak memiliki izin SNI, tanpa sertifikat halal, layak higenis.

Selain itu, izin merk dan izin edar dari BPOM juga tidak dikantongi pemilik. “Ini semuanya, pemilik tidak dapat menunjukkan izinnya. Sudah sangat jelas ini melanggar,”’ beber Heri.

Petugas mendapati minyak curah kemasan itu dengan merk dagang CR (inisial). Dikemas dalam tiga botol berukuran berbeda. Yaitu ukuran 900 mililiter, 1000 mililiter dan 1.500 mililiter. Setelah di telusuri di Kemenkumham, merk dagang yang digunakan. Ternyata sudah terdaftar dan digunakan untuk merk dagang yang lain. “Merk yang digunakan ini sudah ada yang menggunakan,” katanya.

Dengan sejumlah bukti awal yang didapati, petugas yakin dengan pelanggaran yang dilakukan. Pemilik minyak curah olahan berinisial PA (37 tahun) warga Babakan, Kecamatan Sandubaya, resmi ditetapkan sebagai tersangka.

PA dijerat pasal 106 Jo pasal 24 ayat (1) dan atau pasal 113 Jo pasal 51 ayat (2) Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan sebagaimana telah dirubah dengan Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja, dengan hukuman maksimal penjara 4 tahun dan denda Rp10 miliar.

Hasil penyelidikan terungkap, minyak curah dipesan di Surabaya. Lalu dibawa menggunakan truk tangki. Sebelum tiba di Mataram, minyak curah ditampung di Lembar Lombok Barat. Setelah itu, kemudian dibawa menuju gudang pelaku di Babakan Kota Mataram.

“Di sini minyaknya sudah disaring seperti dibersihkan. Lalu setelahnya dipindah ke botol kemasan untuk dijual,” jelas Heri.

Dari keterangan tersangka, minyak goreng kemasan tanpa izin edar tersebut sudah diedarkan pada sejumlah pasar tradisional di Pulau Lombok. Kemudian ada juga pembeli atau pemborong yang datang ke gudang tersangka. Tujuannya untuk mengambil barang dan dijual.

“Ini minyak yang 900 mili liter dijual Rp13 ribu. Kalau yang 1000 mililiter dijual Rp13.500. Ada memang perbedaan harga dengan minyak resmi yang dijual bebas,” tuturnya.

Terungkap juga, tersangka mulai beroperasi sejak Februari. Apes untuk pelaku, modal belum kembali. Minyak curah kemasannya sudah dibongkar polisi. “Belum untung. Karena baru Februari kemarin mulai beroperasi,’’ beber Kapolresta Mataram.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, niat pelaku timbul karena sebentar lagi minyak goreng kemasan plastik tidak diperbolehkan. Pelaku lalu berinisiatif menggantinya dengan botol kemasan.

“Tapi tetap dia edarkan di pasar tradisional. Kalau di ritel moderen atau swalayan tidak bisa karena izin edarnya tidak ada,’’ katanya.

Pelaku kini tidak bisa lagi beroperasi. Gudangnya juga sudah terpasang garis polisi (police line). Ribuan botol minyak curah kemasan disita petugas bersama barang bukti lainnya. Antara lain, tandon penampung minyak, mesin penyaring minyak goreng, 2 mesin timbang, truk tangki 10.000 liter, pikap.

“Totalnya ada 10.320 botol minyak goreng kemasan yang kita amankan. Operasionalnya sudah kita setop. Kita kembangkan lagi ini,’’ sebut Kadek. [B-12]