Jelang PK By Name By Address, BKKBN Dompu Siapkan 786 Kader Pendataan -->

Iklan Semua Halaman

.

Jelang PK By Name By Address, BKKBN Dompu Siapkan 786 Kader Pendataan

Monday, March 22, 2021
Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan, Yayat Nurhidayat, S.KM usai memberikan keterangan pers. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Pendataan Keluarga (PK) menjadi sesuatu hal yang penting bagi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Dompu NTB.


Untuk itu, menjelang PK tahun 2021 ini, BKKBN Kabupaten Dompu telah mempersiapkan kader pendataan sebanyak 786 orang hasil seleksi dari tiap-tiap Desa dan Kelurahan beberapa waktu lalu.


Kader pendataan ini nantinya akan melakukan pendataan penduduk dengan cara By Name By Address (Berdasarkan Nama Berdasarkan Alamat) dengan melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Dompu.


Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan, Yayat Nurhidayat, S.KM saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pendataan dengan cara by name by address itu untuk mengetahui jumlah data Kepala Keluarga (KK) yang tumpang tindih.


Salah satu contoh, nama orang yang sudah meninggal lima tahun yang lalu, terkadang masih muncul di dalam daftar nama di dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).


"Artinya orang yang sudah meninggal masih dihitung tunggakannya yang belum dibayar hutangnya. Untuk itu, dengan by name by adress ini bagaimana data itu harus diperjelas," ungkap Yayat, Senin (22/3) siang.


Selain itu, dengan data by name by address bisa menjelaskan tempat atau alamat beserta Kartu Keluarga (KK) orang yang bersangkutan sesuai yang direkomendasikan oleh Dinas Dukcapil. 


Pendataan dilakukan selama dua bulan yakni dimulai 1 April hingga 31 Mei 2021 mendatang dan satu orang kader pendataan mempunyai target sebanyak 150 KK.


"Sekarang, kita sudah melewati tahapan demi tahapan dan saat ini kita sedang melakukan pelatihan kader agar bisa menguasai materi dan tehnik dalam mewawancara penduduk terkait hubungan keluarga mereka selama 6 bulan terakhir," ujarnya.


Lebih jauh, Yayat menerangkan, selain pendataan terkait hubungan rumah tangga penduduk juga melakukan pendataan yang berkaitan dengan penurunan angka stating dengan melibatkan tenaga kesehatan.


"Kader-kader kami yang sudah terlatih ini nantinya, pada saat pendataan akan melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan selaku tenaga teknisnya," bebernya. [B-10]