Jelang Puasa Air Bersih Belum juga Nongol, Dirut PDAM Dinilai Asyik Bobok dan Tutup Telinga -->

Iklan Semua Halaman

.

Jelang Puasa Air Bersih Belum juga Nongol, Dirut PDAM Dinilai Asyik Bobok dan Tutup Telinga

Sunday, March 28, 2021
Gambar Ilustrasi.


Dompu, Berita11.com - Krisis air bersih yang dialami masyarakat atau konsumen tidak seharusnya berlarut-larut dan memakan waktu sampai berbulan-bulan. 


Hingga menjelang bulan puasa, air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Dompu sudah tiga bulan terakhir belum juga nongol atau menampakkan dirinya.


Meski prihal itu telah dilaporkan berulang kali namun pihak PDAM diduga tidak pernah ditindaklanjuti dengan serius sehingga Direktur PDAM dinilai bobok asyik dan seolah tutup telinga.


Hal itu disampaikan Lembaga Aliansi Pemuda Perjuangan Rakyat (APPRA) Kabupaten Dompu kepada Berita11.com, Minggu (28/3/2021) sore.


Menurut Ketua umum Lembaga APPRA, Suparjon, S.Pd air bersih yang seharusnya tersedia setiap saat untuk warga, kini tak lagi bisa diharapkan untuk dinikmati oleh warga, baik yang ada di sekitar perusahaan tersebut maupun di wilayah dompu dan sekitarnya.


"Keserampangan dan Amburadul, begitulah prespektif kebijakan yang tengah dijalankan PDAM saat ini, Direktur PDAM kami menduga sedang asyik bobok dan tutup telinga sehingga tidak mengindahkan apa yang menjadi keluhan warga," ungkap Suparjon.


Masalah pipa bocor, pipa karatan, hanya saja alasan klasik, dari dulu air bersih kerap menjadi masalah setiap tahun, sehingga Suparjon berpendapat, percuma tinggal di dekat PDAM tapi airnya nol besar.


"Tidak banyak kasus yang kami temui di berbagai daerah di NTB, yang sama seperti di dompu terkait masalah kebijakan penanganan air bersih yang setiap tahun ada masalah perpipaan, itu hanya alasan saja," seruannya.


Suparjon menerangkan, masalah air, telah diatur dalam Pasal 6 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air (SDA) adalah hal yang paling utama yang harus diperhitungkan.


"Negara menjamin hak rakyat atas air guna memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari-hari bagi kehidupan yang sehat dan bersih dengan jumlah yang cukup, kualitas yang baik, aman, terjaga keberlangsungannya, dan terjangkau". 


Namun kenyataannya tidak demikian, seperti hal yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat maupun konsumen yang ada di Kabupaten Dompu.


Mirisnya lagi, hal tersebut dirasakan oleh warga atau konsumen yang tidak jauh dari tempat kantor PDAM yakni Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja.


"Bulan Suci Ramadhan tinggal menghitung hari lagi, setidaknya persediaan air bersih sudah dilakukan oleh PDAM Dompu untuk pemenuhan kebutuhan warga," tandasnya.


Sebelumnya, sebagaimana yang dilansir Berita11.com, Kabid Teknis Air dan Perpipaan PDAM Dompu yakni Erikson pada Selasa (16/3) berjanji dalam waktu dua atau tiga hari kedepan bakal turun guna mengecek titik lokasi perpipaan yang tersumbat atau yang mati total khusus di lingkungan Dore dan Ncera Kelurahan Simpasai.


Namun, hingga saat ini, dengan jeda waktu yang hampir setengah bulan tidak ada fakta yang terjadi dan janji itu diduga hanyalah palsu belaka dan hanya diiming-iming saja.


Untuk itu, Lembaga APPRA meminta DPRD Kabupaten Dompu untuk memanggil Dirut PDAM guna mengevaluasi kinerja pihak PDAM mengingat sebentar lagi warga menghadapi Bulan Suci Ramadhan.


"Kami berharap dan meminta kepada anggota DPRD Dompu untuk menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan warga, jika ini terus dibiarkan bisa berdampak buruk pada masyarakat," pintanya. [B-10]