Kades Dorokobo Dituduh Korupsi Uang Masjid, 60 Massa MDDM Gelar Aksi Bantahan -->

Iklan Semua Halaman

.

Kades Dorokobo Dituduh Korupsi Uang Masjid, 60 Massa MDDM Gelar Aksi Bantahan

Monday, March 29, 2021
Massa aksi dari MDDM saat berorasi di depan Kejari Dompu. Foto Join BZ. Berita11.com


Dompu, Berita11.com - Lebih kurang 60 massa aksi yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Desa Dorokobo Menggugat (MDDM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, Senin (29/3/2021) pagi.


Massa yang dikoordinir Arif Susanto, S.Kep.,M.MKes dengan koordinator lapangan (Korlap) Aruji, SH dan penanggungjawab Irham, SH ini membantah dengan tegas atas tuduhan massa aksi dari Gabungan Pemuda Kempo, Manggelewa dan Kilo (GPKMK).


Menurut korlap Aruji, SH, terkait dengan adanya gerakan yang dibangun GPKMK yang menuduh pemerintah Desa (Pemdes) Dorokobo yang melakukan korupsi uang masjid, uang pura dan uang swadaya masyarakat, sangat merugikan Pemdes dan masyarakat Desa Dorokobo.


"Berkaitan dengan hal tersebut kami dari MDDM ingin meluruskan terhadap public agar tidak terjebak dalam tuduhan yang dilakukan oleh oknum kelompok masyarakat tersebut dan itu tidak benar," ujar Aruji.


Sekira pukul 09.45 Wita, massa aksi MDDM tiba di depan Kantor Kejari Dompu dan melakukan orasi. Usai berorasi secara bergantian, sekira pukul 10.20 Wita, perwakilan massa aksi berdialog dengan Kasi Intel Kejari Dompu Indra, SH di ruangnya.


Dalam dialognya, salah satu mahasiswa warga setempat mempertegaskan bahwa apa yang dituduhkan oleh oknum-oknum tersebut terhadap Kepala Desa (Kades) Dorokobo tidak benar dan beranggapan bahwa laporan tersebut sangat fiktif.


"Kami tegaskan bahwa Kades Dorokobo telah berusaha menggunakan anggaran desa untuk pembelian masker dan pelayanan medis disaat pandemi Covid-19 dan kami menilai kinerja Kades Dorokobo sudah sangat luar biasa dalam membangun dan membuat perubahan untuk desa kami," tegasnya.


Untuk itu, massa aksi MDDM minta dengan tegas terhadap pihak Kejari Dompu untuk memberhentikan pemeriksaan kasus yang dilaporkan oleh oknum-oknum tersebut.


Hal serupa disampaikan salah satu warga desa setempat bahwa permasalahan itu bukan hanya tentang nominal, tetapi tentang adanya laporan tersebut membuat adanya konflik atau membuat situasi Kamtibmas di Desa Dorokobo tidak kondusif.


"Laporan yang dituduhkan kepada Kades Dorokobo tentang penggunaan uang pura dan uang Masjid itu tidak benar, bahwa penggunaan dana tersebut sudah melalui rapat atau musyawarah antara pengurus Masjid dan Pemdes yang telah disepakati," terang salah satu warga yang juga ikut dalam musyawarah itu.


Sementara, Kasi Intel Kejari Dompu menanggapi bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Inspektorat yang dimana, hasil dari pemeriksaan atau audit Inspektorat bahwa ada kelebihan dana tidak layak yang telah digunakan Kades Dorokobo.


"Pihak Inspektorat juga sudah memberikan rekomendasi kepada Kadesnya untuk mengembalikan dana desa yang lebih digunakan sebesar Rp13 juta dengan jangka waktu 10 hari, apabila rekomendasi tersebut telah dipenuhi oleh Kades Dorokobo kasus tersebut selesai," ungkap Indra.

 

Setelah mendapatkan jawaban dari Kasi Intel Kejari Dompu, sekira pukul 10.45 Wita, massa aksi dari MDDM membubarkan diri secara tertib. [B-10/Join BZ]