Kakek dan Nenek ini Hanya Bisa Menangis dan Pasrah Melihat Rumahnya Terbawa Arus Banjir -->

Iklan Semua Halaman

.

Kakek dan Nenek ini Hanya Bisa Menangis dan Pasrah Melihat Rumahnya Terbawa Arus Banjir

Wednesday, March 10, 2021
Nenek Ramlah dan Kakek Njau saat duduk pasrah di atas batu yang tidak jauh dari tempat rumahnya. Foto ist.

Dompu, Berita11.com - Desa Daha dan Desa Marada Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu NTB, Selasa (9/3/2021) malam, kembali diterjang banjir bandang yang lebih dahsyat dari pada banjir bandang Minggu lalu.


Banjir bandang yang terjadi Ketiga kalinya ini membuat Ompu (Kakek) Hamzah (62) dan Ina (Nenek) Ramlah (60) warga Dusun Madawa Desa Marada hanya bisa menangis dan pasrah melihat rumah miliknya terbawa arus banjir bandang.


Tak hanya rumah panggung 12 tiang, barang-barang milik sepasang Kakek dan Nenek ini satu pun tidak ada yang bisa diselamatkan hanya pakaian di badan saja yang tertinggal.


Beruntung saat banjir menerjang, Kakek dan Nenek ini cepat lari tinggalin rumah sehingga selamat dari derasnya arus banjir.


Kakek Njau sapaan sehari-hari, saat dihubungi via sambungan ponsel milik salah satu anggota TAGANA Mulyadin alias Eja menuturkan, pihaknya sangat terpukul dan sedih mengingat tempat tinggalnya disapu bersih oleh derasnya air.


"Kami nggak bisa berkata apa-apa lagi, kami hanya bisa berdiam, rumah dan isinya sudah pergi semua," ceritanya dengan nada yang sedih.

Kakek Njau dan salah satu anggota TAGANA Kabupaten Dompu Mulyadi alias Eja. Dok. Berita11.com

Gurat-gurat kesedihan terdengar dari suara Kakek separuh baya ini, sembari ia menatap dan menyaksikan sisa rumah yang mereka tempati dan rumah itu satu-satunya tempat mereka jalani masa-masa tua.


Kakek Njau dan Nenek Lau saat ini sangat mengharapkan uluran tangan dari berbagai pihak untuk meringankan atau membantu terutama pakaian layak pakai mengingat isi rumah dan peralatan lainnya hanyut terbawa arus.


"Kami sangat berharap bantuan dari siapapun, terutama pakaian," harapan Kakek Njau dan Nenek Lau. 


Sementara, salah satu anggota TAGANA Eja kepada Berita11.com mengaku, pihaknya pernah membujuk untuk tinggal di panti Lansia Meci Anggi yang beralamat di Bima untuk sementara waktu.


Namun kedua pasangan Kakek dan Nenek ini tidak mau, karena masih ada orang-orang di sekelilingnya yang bisa menampung mereka untuk berteduh.


"Saya coba membujuk untuk tinggal di pantai tetapi beliau tidak mau, karena masih ada keluarga dan tetangga yang menerimanya untuk singgah dan menetap sementara waktu," kata Eja sebagaimana yang disampaikan kakek Njau. [B-10]