Kelompok 13 PMM UMM Bantu Pemilihan Bank Sampah Binar di Desa Ketindan -->

Iklan Semua Halaman

.

Kelompok 13 PMM UMM Bantu Pemilihan Bank Sampah Binar di Desa Ketindan

Monday, March 8, 2021
Sejumlah Kerajinan dari Sampah yang Turut Dibantu Dipasarkan oleh Kelompok 13 Gelombang I PMM UMM Tahun 2021.


Malang, Berita11.com— Bank Sampah Binar yang dikelola Riatin, warga Dusun Tegalrejo, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur dibantu Kelompok 13 Gelombang I peserta Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (PMM UMM).

Bantuan oleh Kelompok 13 Gelombang I PMM UMM berbentuk pemilihan sampah. Bank sampah merupakan tempat yang digunakan masyarakat untuk mengumpulkan sampah yang kemudian dipilah untuk disetorkan kepada pengepul sampah.

Pengelola Bank Sampah Binar, Riatin menjelaskan, bank sampah yang dikelolanya menggunakan sistem seperti yang diterapkan perbankan umumnya. Warga dapat menyetor sampak kepada petugas, seperti menabung di bank. Bank Sampah Binar yang dikelola oleh dia sudah berlangsung tiga tahun.

“Petugas akan memberikan buku tabungan kepada nasabah, di mana tabungan tersebut dapat dinominalkan dalam jangka waktu satu tahun,” katanya di Malang, Minggu (7/3/2021).

Riatin mengatakan, Bank Sampah Binar didirikan karena jumlah sampah organik dan nonorganik semakin menumpuk. Hal itu dikawatirkan menimbulkan masalah bagi lingkungan. Karena itu, dirinya berinisiatif mendirikan bank sampah dan mengelolahnya menjadi bahan yang memiliki nilai guna.

Dijelaskannya, selain menciptakan lingkungan yang bersih, keuntungan adanya bank sampah, juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Dari aspek ekonomi, bank sampah memiliki fungsi penting. Berdasarkan data Sustainable Waste Indonesia (SWI), bank sampah berkontribusi mengumpulkan 2,7 % dari 0,421 juta sampah plastik pascakonsumsi.




“Bagi sebagian besar masyarakat mungkin berpikir bahwa sampah adalah barang yang tidak ada gunanya, namun tidak bagi masyarakat Dusun Tegalrejo Desa Ketindan Kecamatan Lawang. Sampah hasil konsumsi dapat digunakan sebagai suatu hal yang menguntungkan yang akan menjadi tabungan,” katanya.

Menyadari pentingnya bank sampah terhadap perkembangan ekonomi, mahasiswa UMM peserta PMM ikut serta mengkoordinir dan membantu memilah sampah, serta memasarkan produk hasil daur ulang untuk mengembangkan bank sampah yang lebih inovatif dan modern.

Daur ulang sampah merupakan kegiatan yang efektif untuk mengurangi sampah karena mampu membantu keberhasilan sirkular ekonomi yang ramah lingkungan, sehingga dapat memberikan penghasilan terhadap pemangku kepentingan.

Editor: Redaksi