Kolaborasi PT STM dalam Upaya Penurunan Prevalensi Stunting di Dompu -->

Iklan Semua Halaman

.

Kolaborasi PT STM dalam Upaya Penurunan Prevalensi Stunting di Dompu

Wednesday, March 31, 2021
Profil Comdev PT Sumbawa Timur Mining. 


Dompu, Berita11.com— Sebagai salah satu perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Dompu, PT Sumbawa Timur Mining (STM) juga turut andil berkolaborasi dalam upaya penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Dompu melalui program pemberdayaan masyarakat pada bidang kesehatan.

Dalam pemaparan saat rembuk stunting tingkat Kabupaten Dompu yang berlangsung di aula Pendopo Bupati Dompu pada Kamis (25/3/2021) lalu, Community Relations, Community Development and Security Coordinator PT Sumbawa Timur Mining (Vale Exploration Indonesia), Ulya Defretes mengatakan, PT STM adalah pemegang kontrak karya generasi ke-7 KK emas dan mineral di Kabupaten Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.B.53/Pres/1/1998, 19 Januari 1998, amandemen kontrak karya 15 Mei 2019; luas area 19.260 Ha serta surat Dirjen Minerba No. 1319/33.01/DJB/2019, 29 Juli 2019: izin tahap kegiatan ekplorasi, kegiatan studi kelayakan sampai 12 Maret 2021, belum termasuk ditambah suspensi Covid-19.

Selain kontrak karya mineral logam, PT STM juga mengantungi penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi panas bumi di Kecamatan Hu’u dari Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia sebagaimana SK Menteri ESDM No. 06/33/DJE/2018, 31 Januari 2018 dan BKPM No. 1/1/PSPB/PMA/2019, 6 Agustus 2018, selama tiga tahun dengan luas area 27.850 Ha.

Ulya menyebut, Community Development 2020 PT STM meliputi partisipasi desa, yaitu bekerja sama dengan kelompok masyarakat untuk meminimalisasi risiko keberlangsungan proyek dan mendapatkan social licensing dari masyarakat. Kemitraan strategis, yaitu bekerja sama dengan kelompok masyarakat untuk meminimalisasi risiko keberlangsungan proyek dan mendapatkan social licensing dari masyarakat.

Selain itu, donasi/ sponsorship, yaitu memberikan dukungan untuk berbagai kegiatan ad-hoc, termasuk sponsorship dan program lain untuk meningkatkan fasilitas publik.

Dijelaskannya, kategori Comdev yaitu kesehatan dengan mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, pendidikan dengan mendukung peningkatan pelayanan pendidikan dan kualitas pendidikan, usaha kecil yaitu fokus kepada peningkatan pengembangan usaha kecil. Pada sector pertanian dengan mendukung peningkatan kualitas pertanian (organik), peningkatan kapasitas melalui fokus dalam peningkatan kapasitas masyarakat, serta donasi dan sponsorship dalam bentuk bantuan kegiatan skala kecil.

Dalam program pendidikan formal, pada tahun 2020, PT STM telah melaksanakan program peningkatan kualitas pendidikan di 9 SD dan 6 SMP. Ada empat program yang akan dilaksanakan selama tiga tahun ke depan yang ditujukan untuk kepala sekolah dan guru SD dan SMP, sedangkan dalam program pendidikan informal, yakni melalui program buta aksara yang merupakan salah satu program pendidikan informal, PT STM bekerja sama dengan konsultan lokal PKBM Hu’u Bersinar. Pada tahun 2019 sekitar 107 orang telah berpartisipasi dalam program tersebut dan hasilnya mereka semua dapat membaca dan menghitung dasar.

Sementara itu, pada bidang kesehatan, 20 orang petugas kesehatan Puskesmas Rasabou mengikuti pelatihan kegawatdaruratan level 3 dan mereka juga mendapatkan sertifikasi kompeten sebagai first aider yang didukung PT STM. Selain itu, pada tahun 2020, PT STM telah membangun sebanyak 103 unit yang tersebar di delapan lokasi, dalam rangka menuju Kecamatan Huu bebas dari BAB sembarangan.

Ulya juga menjelaskan, dalam sector pertanian, PT STM berhasil mendorong peningkatan jumlah petani yang tertarik menanam padi organik, dengan produksi per hektar mencapai 8,8 ton/hektar. Pada sisi lain, pengembangan tanaman sayuran organik juga telah meningkatkan jumlah petani menjadi 37 orang, dengan total pendapatan bulanan rata-rata hingga Rp16 juta/bulan.

Adapun menyikapi pandemic Covid-19, PT STM juga menyalurkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk medical supplies dan peralatan ke Puskesmas Rasabou dan RSUD Dompu.




Sementara dalam upaya advokasi penurunan prevalensi stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak (KIA), Ulya menyebut, konsep program oleh PT STM merujuk upaya mendukung program pemerintah yang telah diatur dalam Peraturan Presiden No 42/2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dengan sasaran program ialah ibu hamil dan bayi usia 0-2 tahun yang lokasinya 8 desa di Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu.

Dia menyebut, beberapa fokus kegiatan itu, pada tahap pencegahan dilakukan melalui upaya membangun kolaborasi dengan pihak yang relevan, membangun basis data bersama dan kampanye, assessment Posyandu. Sementara pada tahap penanganan dilakukan melalui fokus kapasitas sumber daya manusia dan aksi langsung pada sasaran, peningkatan kapasitas kader dan optimalisasi layanan Posyandu.

Adapun pada tahapan tindaklanjut dilakukan melalui update data base berbasis spasial.

Menurut dia, workshop analisa situasi prevalensi stunting dan pelayanan KIA melalui workshop selama satu hari pada tingkat kecamatan yang dihadiri oleh perwakilan kader Posyandu dan UPT Kesehatan, menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan yang dipandu oleh fasilitator memiliki output mengenai gambaran awal kondisi prevalensi stunting dan layanan Posyandu serta gambaran awal aktivitas Posyandu di masing-masing desa.

Sementara, assessment Posyandu memiliki output terpilihnya satu Posyandu yang menjadi posyandu percontohan, serta penyusunan database berbasis spasial yang menghasilan / output tersedianya peta spasial terkait biodata anak penderita stunting, gizi buruk, potensial gizi buruk.

Pada tahap tindaklanjut upaya penurunan dan pencegahan stunting Comdev PT STM Diskusi dilakukan melalui metode diskusi setiap tiga bulan sekali selama 1 hari pada tingkat kecamatan dengan melibatkan kader Posyandu, pemerintah desa serta stakeholder lainnya, sehingga outputnya terbangunnya proses berbagi pengalaman antarkader dengan stakeholder terkait.

Selain itu, metode penulisan konsep, desain buku dan produksi buku saku dengan output tersedianya buku saku terkait pencegahan stunting, asupan gizi di keluarga dan KIA. Sensus menggunakan alat GPS dengan melibatkan fasilitator desa dan kader Posyandu dengan merujuk pada form yang telah disediakan dengan output tersedianya peta spasial yang menggambarkan kondisi sebelum dan setelah intervensi program. [B-11]