KSR PMI STKIP TSB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Hu’u -->

Iklan Semua Halaman

.

KSR PMI STKIP TSB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Hu’u

Friday, March 12, 2021
Foto Bersama Rombongan KSR PMI STKIP Taman Siswa Bima yang Menyalurkan Bantuan Kemanusiaan kepada Korban Banjir di Desa Daha, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu. Foto Ist.


Bima, Berita11.com— Unit Kegiatan Mahasiswa, Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KRS PMI), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa Bima (STKIP TSB) menyalurkan bantuan makanan cepat saji dan sejumlah kebutuhan pokok kepada korban luapan banjir bandang di Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Jumat (12/3/2021).

Pembina UKM KSR-PMI STKIP Taman Siswa Bima, Dr Irfan S.Pd., M.Or berharap, bantuan yang disalurkan mengurangi beban yang dirasakan warga terdampak bencana alam di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu.

“Aksi kemanusiaan untuk keluarga kita di Huu Dompu yang terkena banjir bersama adik2 KSR PMI unit STKIP Taman Siswa Bima semoga bermanfaat. Ketua pimpinan Muhammadiyah Dompu Jul Kifli, yang hari-hari pertama sudah di lokasi banjir titip adik-adik KSR, Ompu Steken bos kopi di Cofeezone Dompu anak muda Dompu yang sangat sukses membangun usaha dari kopi panggilan kini sudah punya dua kedai + punya jiwa kemanusiaan tinggi yang sudah investasikan 30% pemasukkan kopi untuk kegiatan sosial kemanusiaan. #Tanggapbencana PMI #Tanggapbencana KSR STKIP TSB,” tulis Dr Irfan di dinding facebook miliknya Irfan Sape sebagaimana dikutip Bagian Humas dan Kerja Sama STKIP TSB, Kamis (11/3/2021).

Selain menyalurkan bantuan, rombongan mahasiswa STKIP Taman Siswa juga membersihkan sejumlah rumah korban banjir di Desa Daha Hu’u, Kabupaten Dompu.

Irfan menyebut, kegiatan kemanusian seperti itu bukan pertama dilakukan UKM KSR-PMI STKIP Tamsis Bima. Namun sudah sering digelar seperti donor darah.

Seperti dilansir Berita11.com, luapan banjir bandang di pemukiman warga sekitar bantaran sungai di Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu terjadi pada 28 Februari 2021 lalu dan 9 Maret 2021, setelah curah hujan tinggi melanda wilayah setempat. Nilai kerusakan akibat bencana alam tersebut ditaksir mencapai ratusan hingga miliaran rupiah. Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum masih melakukan upaya normalisasi sungai dan pembangunan tanggul pembatas sungai.

Editor: Redaksi