Personel Pos Mahen Berbagi Ilmu dengan Anak-Anak Perbatasan RI-RDTL Sektor Timur -->

Iklan Semua Halaman

.

Personel Pos Mahen Berbagi Ilmu dengan Anak-Anak Perbatasan RI-RDTL Sektor Timur

Tuesday, March 30, 2021

 

Personel Pos Mahen Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 742/SWY Membantu Mengajar Anak-anak Sekolah Dasar di Dusun Fatubesi Desa Baudauk Kecamatan Lasiolat Kabupaten Belu NTT.

Belu, Berita11.com– Selain menjaga wilayah perbatasan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia – Republik Demokratik Timur Leste (Satgas Pamtas RI-RDTL) Sektor Timur Yonif 742/SWY yang berada di bawah Kolakops Korem 161/WS, juga menyempatkan diri untuk berbagi ilmu dengan anak-anak sekolah dasar di Dusun Fatubesi Desa Baudauk Kecamatan Lasiolat Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur.


Menurut Danpos Mahen Letnan Dua Cpl I Nengah Karmajaya, kegiatan belajar mengajar tersebut dilakukan sebagai salah satu trobosan Satgas Pamtas Yonif 742/SWY dalam upaya meingkatkan kualitas belajar anak-anak khususnya tingkat SD yang tinggal di dusun dekat Pos Mahen dengan memberikan tambahan waktu belajar.


“Ini merupakan salah satu wujud kepedulian Satgas terhadap adik-adik di perbatasan khususnya terkait pengetahuan dan wawasan sehingga kedepan mereka mampu membangun kampungnya sendiri,” ujarnya di Belu, Senin (29/3/2021).


Sebelumnya, kata Nengah sapaanya, ada 3-4 anak yang datang belajar, namun setelah berjalan beberapa hari, mereka datang sendiri untuk belajar. Karena belajar di sekolah waktunya juga terbatas akibat pandemi Covid-19.




“Materi yang diberikan seperti matematika, IPA dan wawasan kebangsaan selama tiga hari di lopo-lopo Pos Mahen yang beratapkan terpal dan di atasnya daun kelapa,” terangnya.


“Ke depan atap lopo-lopo ini akan kita ganti dengan seng atau sejenisnya sehingga adik-adik bisa bejalar dengan lebih nyaman,” tambahnya.


Terpisah, Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur Mayor Inf Bayu Sigit Dwi Untoro di sela-sela kesibukannya di Mako Satgas Kelurahan Umanen memberikan apresiasi kepada Danpos yang telah berupaya ditengah keterbatasan memberikan pembinaan dan pembelajaran kepada anak-anak kita dalam mencerdaskan anak bangsa.


“Ini patut diapresiasi, di samping tugas pokok menjaga wilayah perbatasan mereka bisa meluangkan waktu untuk melaksanakan pembinaan teritorial secara terbatas salah satunya belanjar mengajar,” ujar Bayu Sigit.


Diceritakannya, masing-masing pos sudah diberikan bekal sebelum berangkat tugas tentang pengetahuan dibidang kependidikan dan sekarang waktunya yang tepat mereka terapkan kepada masyarakat.


“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga merupakan tanggungjawab kita bersama dalam memajukan dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing ditengah kehidupan global,” tegas Alumnus Akmil 2003 itu.


Selain itu, ia juga berharap agar para orang tua memberikan perhatian dan pengawasan lebih kepada anak terutama pada saat belajar di rumah mengingat pada pendemi Covid-19, waktu belajar lebih banyak dirumah dari pada di sekolah. [B-11]