Program Unggulan Tanaman Tebu Koramil 05/Pekat Masuk Usia ke-57 Hari -->

Iklan Semua Halaman

.

Program Unggulan Tanaman Tebu Koramil 05/Pekat Masuk Usia ke-57 Hari

Thursday, March 4, 2021
Tanaman Tebu yang kini memasuki usia yang ke-57 hari. Dok. Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Program nggulan penanaman Tebu di Dusun Oi U'a, Desa Beringinjaya, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu NTB dengan luas lahan dua Heaktar kini mulai masuk usia yang ke-57 hari.


Program yang mendukung ketahanan pangan kelompok tani (Poktan) bersama anggota Koramil 05/pekat dalam melaksanakan perawatan pertumbuhan tanaman Tebu ini dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi warga di masa Pandemi Covid-19.


Dari mulai penanaman dan perawatan hingga kini, program ini dilibatkan dua orang anggota TNI dari Koramil 05/Pekat di bawah pimpinan M. Kasim dan tiga orang Koptan Tebu.


Usia panen Tebu ini 7 bulan atau 210 hari, sekarang baru memasuki usia yang ke-57 hari dan prosentasenya baru 27,14 persen," kata Danramil 05/Pekat Kapten Kav. M. Kasim, Kamis (4/3/2021) siang.

Video saat perawatan tanaman Tebu Babinsa Desa Bringinjaya dan anggota Koptan. Dok. Berita11.com.

Dua orang anggota yang dikerahkan, lajut Kasim, dalam merawat tanaman Tebu bersama Koptan diharapkan agar tebu yang ditanam Poktan mendapat tumbuh dengan baik dan subur sehingga menambah penghasilan para petani.


"Semoga, dengan penghasilan tebu taraf ekonomi masyarakat akan meningkat sehingga masyarakat dapat hidup sejahtera, aman dan kondusif, dan semoga tebu menjadi program bersekala nasional," harapnya.


Menurut Kasim, kegiatan seperti itu, bagian dari wujud nyata anggota TNI dalam memberikan keyakinan bahwa TNI siap membantu memenuhi kebutuhan pangan warga apalagi di tengah Wabah Covid -19 seperti sekarang ini.


"Melalui program ini, berkesempatan kita untuk mendorong para petani dalam meningkatkan hasil pertanian mereka terutama hasil tanaman Tebu ini," seruan Kasim.


"Apalagi warga saat ini tengah menghadapi wabah Virus Corona yang tentunya keterpurukan ekonomi pasti dirasakan masyarakat," sambung Kasim sembari mengakhiri penyampaiannya. [B-10]