Sedikitnya 13 Desa di Dompu Jadi Lokus Penanganan Stunting -->

Iklan Semua Halaman

.

Sedikitnya 13 Desa di Dompu Jadi Lokus Penanganan Stunting

Thursday, March 25, 2021
Kepala Dikes Kabupaten Dompu Hj. Iris Kastianti, S.Km. M.PPM saat menyampaikan sambutan. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Setelah dilakukan analisis hasil dari aksi pertama yang dilakukan Tim Konvergensi Stunting yang dimotori Bappeda dan Litbang juga Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu sehingga ditentukan sedikitnya 13 desa yang menjadi lokus atau diprioritaskan dalam penanganan stunting pada tahun 2021 ini.


Hal itu disampaikan Kepala Dikes Kabupaten Dompu Hj. Iris Juita Kastianti, S. KM., M. Kes saat menyampaikan sambutan dalam acara rembuk stunting di aula Pendopo Bupati Dompu, Kamis, (25/3/2021) siang.


Menurut Kepala Dikes, 13 desa yang diprioritaskan dimaksud antara lain, Desa Suka Damai, Kwangko, Tanju, Soro Barat, Beringin Jaya, Kiwu, Matua, Mumbu, Saneo, Ranggo, Lune, Jambu dan Desa O'o.


"Sejumlah 13 desa itu menjadi perioritas kami, dengan harapan, kepala desa dapat memberikan peluang atau memberikan menu untuk stunting ini," harapnya.


Hj. Iris Juita Kastianti menjelaskan, sedangkan desa yang sudah berhasil melakukan inovasi percepatan penurunan stunting baru satu desa yakni Desa Dorokobo, Kecamatan Manggelewa.


"Alhamdulillah, Desa Dorokobo sudah berbagai macam program dilakukan yang bisa memicu penurunan dari pada stunting salah satunya melalui posyandu kelurga. Kepala Desa Dorokobo telah memberikan hasil yang maksimal," jelasnya.


Program Kepala Desa Dorokobo, lanjut Hj. Iris Juita Kastianti, telah banyak memberikan pelayanan yang baik, terutama di dalam pelayanan pengembangan berat badan dari pada bayi balita yang ada di Posyandu yang diberi nama Posyaneu Keluarga. 


"Lewat Posyandu-posyandu keluarga telah memberikan hasil yang cukup maksimal ini sangat luar biasa," apresiasi Kepala Dikes terhadap Kepala Desa Dorokobo M. Taufik. [B-10]