Tembus Rp25 Ribu/ Ons, Harga Cabai di Bima lebih Mahal dari Daging Sapi -->

Iklan Semua Halaman

.

Tembus Rp25 Ribu/ Ons, Harga Cabai di Bima lebih Mahal dari Daging Sapi

Tuesday, March 16, 2021

 

Aktivitas Pedagang di Pasar Tradisional Pagi Sila di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Foto B-11/ Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Kelangkaan dan naiknya harga komoditi cabai di sejumlah daerah di Indonesia seperti di Ibukota Jakarta, juga terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat. Harga cabai di pasar tradisional Sila, Kabupaten Bima misalnya, tembus hingga Rp25.000/ ons.


Harga cabai rawit yang mencapai di atas Rp150 ribu/ kilogram membuat sejumlah ibu rumah tangga dan penjual nasi mengeluh dada. Masalahnya biaya produksi seperti untuk kebutuhan sambal, naik drastic.


“Tadi coba belanja ke pasar pagi di Sila (Kecamatan Bolo), itu harga cabai sudah Rp25 ribu per ons,” ujar Suharni, penjual plecing di Soromandi, Kabupaten Bima, Selasa (16/3/2021).


Suharni mengaku, akibat kenaikan harga cabai, dia terpaksa beralih menjual jajan untuk sementara waktu. Padahal setiap hari dia terbiasa berjualan sayur dan plecing. “Karena harga cabai sudah amat mahal. Masih ada kemungkinan akan naik lagi. Karena di berbagai daerah lagi mahal dan langka cabai,” ujarnya.




Pedagang sayur di pasar tradisional Sila, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Asena menuturkan, harga cabai terus merangkak naik dari semula Rp110 ribu/ kilogram menjadi Rp150 kilogram karena langkanya komoditi tersebut. Saat ini produksi cabai berkurang di daerah produsen seperti Pulau Lombok, sehingga membuat harga cabai naik drastic.


Dikatakannya, harga cabai keriting naik menjadi Rp100.000 dari sebelumnya Rp80/ kilogram. Selain cabai, beberapa komoditi, Sembilan bahan pokok dan barang strategis yang mengalami kenaikan seperti wortel yang naik dari Rp20 ribu/ Kg menjadi Rp30 ribu/ Kg, bawang putih naik menjadi Rp40 ribu/ Kg dari biasanya Rp25 ribu.


Selain itu, harga bawang merah naik menjadi Rp25 ribu/ Kg dari biasanya Rp15 ribu/ Kg. di tengah kenaikan beberapa komoditi, harga bahan pokok lain seperti beras justru stabil, di mana harga beras kualitas super yang dijual di pasar Sila Kabupaten Bima Rp10 ribu/ Kg, turun dari biasanya Rp12 ribu/ Kg.


“Masih ada kemungkinan semuanya akan naik saat menjelang bulan puasa nanti seperti telur, gula, cabai, minyak dan berbagai jenis sayur,” ujarnya di pasar Sila, kemarin.


Sementara itu, hingga per Selasa (16/3/2021), harga daging merah di pasar tradisional Sila dan pasar Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima masih dijual Rp110 ribu/ Kg dan direncanakan naik pada bulan Ramadan 1422 Hijriah/ tahun 2021 Masehi.


“Sudah biasa kalau bulan puasa harga daging pasti naik,” ujar Ramlah, pedagang di pasar Sila. [B-11]