Terdakwa Alfian Dituntut terlalu Ringan, Ini Jeritan Hati Korban KDRT Mengharap Keadilan -->

Iklan Semua Halaman

.

Terdakwa Alfian Dituntut terlalu Ringan, Ini Jeritan Hati Korban KDRT Mengharap Keadilan

Monday, April 26, 2021
Korban KDRT IPN saat menyampaikan ungkapan hatinya di atas mimbar orasi di depan PN Dompu. Dok. Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Korban kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) IPN wanita (25 tahun) warga Lingkungan Rasanggaro Timur, Desa Matua, Kecamatan Woja sangat berharap dan meminta keadilan atas apa yang dialaminya.


Bagaimana tidak, terdakwa Alfian Putra Setia (32) dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Dompu dengan hukuman pidana satu bulan penjara sehingga dinilai tidak sesuai fakta yang sebenarnya. 


Ungkapan jeritan hati korban KDRT IPN yang disampaikan di atas mimbar orasi saat berada di depan Pengadilan Negeri Dompu pada Senin (26/4) itu mengharapkan kepada yang mulia majelis hakim agar terdakwa dijatuhi hukuman (divonis) yang setimpal.


Begini ungkapan jeritan hati korban saat berada di atas mimbar orasi yang diwarnai isak tangis.


Dengan segala kerendahan hati, saya selaku korban beserta keluarga mengharapkan kepada mu dengan hormat yang mulia majelis hakim Pengadilan Negeri Dompu atas tuntutan pidana yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa Alfian Putra Setia sesuai terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga sehingga dituntut dengan pidana penjara selama satu bulan.


Untuk itu, dengan kerendahan hati kami memohon kepada mu dengan hormat yang mulia majelis hakim bahwa tuntutan Jaksa Penuntut Umum tersebut sangat ringan dan tidak sepadan dengan tindakan atau perbuatan yang dilakukan terdakwa terhadap kami sebagai korban.


Pada kesempatan ini pula, lagi-lagi dengan kerendahan hati, kami memohon kepada mu dengan terhormat yang mulia majelis hakim agar terdakwa Alfian Putra Setia diberikan dihukum yang seberat-beratnya dengan beberapa alasan permintaan kami beserta keluarga adalah.


Pertama, Bahwa terdakwa adalah seorang anggota DPRD Kabupaten Dompu adalah seorang yang berpendidikan tinggi tidak patut melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwakan oleh Jaksa yang seharusnya terdakwa menjadi contoh tauladan yang baik kepada istri anak dan jangan seenaknya berbuat Menganiaya seorang istri apalagi dilihat oleh masyarakat yang tinggal dan bertetangga dengan Terdakwa.


Kedua, Bahwa terdakwa setelah menjadi anggota DPRD Kabupaten Dompu kesombongannya dan rasa egoisnya tinggi sekali padahal terdakwa menjadi anggota DPRD juga atas dukungan istri nya terlebih keluarga dan setelah terdakwa duduk sebagai anggota DPRD dengan seenaknya berbuat menganiaya isteri 


Ketiga, Bahwa dengan perbuatan terdakwa tersebut tdak sepatutnya untuk duduk terus menjadi Anggota DPRD dan oleh karena itu kiranya Yang Mulia Bapak Majelis Hakim dapat dihukum dengan hukuman yang seberat beratnya terhadap terdakwa :


Keempat, Bahwa supaya adanya epek jeranya atas perbuatan terdakwa sekali lagi keluarga korban sangat mengharapkan kepada yang mulia majelis hakim untuk membemberikan hukuman yang seberat beratnya terhadap Terdakwa Alfian Putra Setia tersebut :


Kelima, Bahwa Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Negeri Dompu terhadap Putusan Majelis Hakim nantinya mohon jangan terpengaruh dengan Tuntutan dari Jaksa yang sangat diurasakan tidak adil menurut kami keluarga korban terlebih lagi orang tua korban : 


Keenam, Bukan hanya kekerasan fisik saja yang saya alami tapi kekerasan batin yg selama ini saya rasakan selama 9 tahun hidup berumah tangga bersama Terdakwa


Demikian permohonan kami semoga yang mulia majelis hakim yang memeriksa perkara terdakwa dapat menjatuhkan putusan setimpal dengan perbuatannya dan atas pengabulan permintaan kami beserta keluarga menyampaikan terima kasih yang mendalam. [B-10]