Terdakwa Alfian Ungkap Fakta Baru dalam Sidang Lanjutan Kasus KDRT -->

Iklan Semua Halaman

.

Terdakwa Alfian Ungkap Fakta Baru dalam Sidang Lanjutan Kasus KDRT

Tuesday, March 30, 2021
Saat sidang lanjutan Terdakwa Alfian Putra Setia di Pengadilan Negeri Dompu. Dok. Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Sidang lanjutan dugaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menjerat Terdakwa Alfian Putra Setia kembali digelar Pengadilan Negeri Dompu, Selasa (30/3/2021) sore. 


Dalam sidang kali ini, terdakwa Alfian Putra Setia didampingi penasehat hukumnya Abdulah, S.H., M.H dan Ilham, SH mengungkap fakta baru di hadapan majelis hakim Mukhlassuddin, S.H, M.H penyebab terjadinya pertengkaran antara terdakwa Alfian dan istrinya IPN.


"Saat persidangan, terdakwa menyampaikan fakta-fakta baru, termasuk awal mula terjadinya permasalahan dan fakta-fakta yang diungkap terdakwa bisa tunjukan melalui bukti, itu berawal dari pihak ketiga," ungkap penasehat hukum terdakwa Abdulah usai persidangan.


Menurut penasehat hukum terdakwa, orang ketiga yang dimaksud adalah orang yang menjalin hubungan gelap (selingkuhan) dengan istrinya. Fakta itu akan dilengkapi pada sidang selanjutnya pada pekan depan.


"Bukti-bukti itu sudah kami tunjukan tadi di hadapan majelis hakim dan akan kami lengkapi pada sidang selanjutnya atau Minggu depan," beber pria yang disapa akrab Om Doel ini.


Kendati demikian, fakta-fakta yang ditunjukan terdakwa Alfian tidak akan merubah vonis, hanya saja meringankan hukuman terdakwa. Untuk itu, Om Doel mengharapkan yang terbaik untuk kliennya.


"Kalau damai, sudah tidak ada lagi, karena perkaranya sudah sidang, kalau vonisnya sudah pasti ada, cuman kita tidak tahu dan kami sebagai penasehat hukum Alfian berharap yang terbaik buat saudara kita," harapnya.


Terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Dompu, Mohamad Isa Ansyori, SH saat ditemui di ruang kerjanya usai menggelar sidang mengatakan, terdakwa ungkap fakta-fakta lain sah-sah saja, begitu pun sebaliknya pada akhirnya majelis hakim akan mempertimbangkan.


"Terdakwa maupun dakwa (korban, red) jika ingin saling menunjukan fakta lain dalam persidangan boleh-boleh saja, itu hak masing-masing kedua belah pihak, fakta-fakta itu nantinya dijadikan bahan pertimbangan majelis hakim," kata Isa Ansyori.


Isa Ansyori juga membenarkan, meski terdakwa dan korban sepakat untuk damai dalam persidangan, hal itu tidak akan menghilangkan perbuatan hukum yang dilakukan terdakwa Alfian. 


"Kalau ditemukan kata damai, proses hukum itu tetap berjalan hanya saja hal-hal yang meringankan bagi terdakwa," pungkasnya.


Untuk diketahui, sidang lanjutan jilid empat dengan agenda pembacaan tuntutan akan digelar pada Selasa (6/4) pekan depan. [B-10]