10.000 Peserta Semarakkan Nuzulul Quran PBNW -->

Iklan Semua Halaman

.

10.000 Peserta Semarakkan Nuzulul Quran PBNW

Friday, April 30, 2021
Semarak Nuzulu Quran yang Digelar PBNW, Kamis (29/4/2021). Kegiatan Diikuti 10.000 Peserta.


Selong, Berita11.com— Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) menggelar peringatan Nuzulul Quran yang dirangkai pembacaan Alquran oleh 10.000 peserta se-Indonesia secara offline dan online, Kamis (29/4/ 2021).

Untuk kegiatan offline dipusatkan di halaman Masjid Jamik Mahad Darul Quran wal Hadits NW Anjani dengan peserta terbatas dan melaksanakan prokes Covid-19.

Kegiatan juga dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (PMK) Prof Dr Muhajir Efendi via daring dan seorang guru hafiz Masjidil Haram dan Madrasah Assaulatiyah Makkah, Syaikh Ahmad Muhammad Yar.

Dalam sambutannya, Menko PMK menyampaikan rasa bahagia bisa hadir walaupun tidak secara langsung bersama para tuan guru para santri Pondok Pesantren Syekh Zainuddin Anjani dalam acara nuzulul quran.

“Berbahagia juga rasanya bisa bersilaturrahim dengan keluarga besar Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid, selaku Pahlawan Nasional dan pendiri organisasi Nahdlatul Wathan yang selalu bersama pemerintah dalam membangun negara dan bangsa,” ungkapnya.

Muhajir mengatakan, tegaknya agama Islam di nusantara karena eksisnya pondok pesantren. Eksistensi pondok pesantren bermakna eksistensi agama Islam. Kekuatan pesantren telah terbukti merupakan poros tegaknya negara. Laskar pesantren telah melahirkan kekuatan besar yang mampu mengusir penjajah.

“Dalam sejarah Indonesia perayaan heroik hari pahlawan tidak bisa dilepaskan dengan hari santri nasional. Kepahlawanan santri adalah nasionalisme terdepan dalam perjuangan bangsa Indonesia,”ucapnya.

Jika seluruh santri di Indonesia, kata Muhajir, mengingat tentang proklamasi kemerdekaan, maka pasti di setiap Ramadan para santri akan merayakan hari lahir bangsa Indonesia karena pembacaan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia oleh Soekarno-Hatta terjadi pada 9 Ramadan 1364 Hijriah.

“Mari kita bersama-sama berdoa di bulan Ramadan ini, bulan turunnya Alquran, bulan kemerdekaan bangsa kita, semoga negara Indonesia aman tenteram, terhindar dari marabahaya dan wabah Covid-19 segera berlalu,”ajaknya.

Dia juga berpesan khusus kepada seluruh santri dan para pengasuh untuk senantiasa menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa yang majemuk, menghargai perbedaan dan selalu bersikap tasamuh yakni menghormati ragam kepercayaan dan menghargai kekayaan pendapat.

“Hanya dengan persatuan dan kesatuan lah kita bisa membangun bangsa ini dengan sebaik-baiknya,” katanya mengingatkan.

“Saya berbangga hati karena organisasi NW telah berkiprah lama menjadi mitra pemerintah membangun negara di bidang pendidikan sosial dan dakwah. Madrasah dan sekolah NW sudah ada hampir di seluruh provinsi di Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atasni, menyampaikan ucapakan terima kasih kepada Menko PMK yang bersedia menghadiri acara pembacaan Alquran oleh 10 ribu peserta dari seluruh Indonesia via zoom dalam rangka peringatan nuzulul quran di Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani dan melalui daring.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menko PMK Muhajir Efendi yang bersedia mengahadiri acara kami kendati via daring, karena masih dalam pandemi Covid-19,” ucapnya.

Syaikhuna panggilan akrabnya, juga berharap kepada pemerintaah agar terus memberikaan perhatian kepada pondok pesantren dan madrasah, karena menurutnya, para ulama dan santri menjadi garda terdepan dalam merebut kemerdekaan RI.

“Bahkan setelah kemerdekaanpun pondok pesantren dan santrinya terus merawat keutuhan persatuan bangsa di dalam negara yang majmuk ini,” tandasnya. [B-19]