17 Truk Banpres untuk Korban Banjir Dikirim ke Bima, Kadis Kominfo: Penyelematan Korban Fokus Gubernur -->

Iklan Semua Halaman

.

17 Truk Banpres untuk Korban Banjir Dikirim ke Bima, Kadis Kominfo: Penyelematan Korban Fokus Gubernur

Friday, April 9, 2021
Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah Melepas 17 Truk Berisi Bantuan Presiden Jokowi untuk Korban Banjir Bandang di Kabupaten Bima, Kamis (8/4/2021) Malam.


Mataram, Berita11.com— Presiden Joko Widodo mengirim bantuan sembako kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Bantuan sembako untuk korban banjir itu diserahkan oleh tim dari Sekretariat Presiden secara simbolis pada Gubernur NTB Zulkieflimansyah di Mataram, Kamis (8/4/20221) malam.

Sebanyak 13.000 paket sembako bantuan Presiden Jokowi untuk korban banjir bandang itu diangkut dengan 17 truk. Direncanakan, distribusinya dilakukan dengan dua kloter pengiriman.

"Untuk pengiriman tahap pertama yang dikirimkan tadi malam, informasi dari kawan-kawan sudah diterima di posko bantuan banjir bandang di kantor Bupati Bima hari ini," ujar Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir Zainal Abidin, melalui Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Ibrahim Kurniawan dalam keterangan pada wartawan di Sekber IJTI-FWP di Mataram, Jumat (9/4/2021).

Dia mengatakan, pengiriman bantuan sembako dari Presiden Joko Widodo ke wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Bima dikawal langsung tim keamanan dari Danpom TNI.

Hal itu dimaksudkan agar bantuan itu terhindar dari kemacetan dan keamanan selama pengiriman. “Sengaja pengawalannya diperketat. Ini agar bantuan pak Presiden itu bisa sampai hingga lokasi pengungsi," kata Ibrahim.

Berkaitan isi bantuan dari Presiden, Ibrahim menjelaskan, bantuan itu 13.000 paket sembako, di antaranya berisi minyak goreng, beras, biskuit dan teh.

"Bantuan paket sembako ini sepenuhnya untuk menunjang para pengungsi," ucap Ibrahim.

Menurut dia, hingga pukul 12.00 Wita, Jumat (9/4/2021), situasi di wilayah Kabupaten Bima pascabanjir bandang mulai terpantau kondusif. Bahkan, Bupati Bima Indah Damayanti Putri telah menggerakkan jajaran ASN lingkup Pemkab Bima bersama TNI/Polri untuk mulai bergotong royong membersihkan sisa kotoran lumpur dan jerami akibat banjir bandang yang menutupi areal pemukiman dan fasilitas umum di berbagai wilayah.

"Memang air sempat naik di Madapangga, tapi enggak seberapa. Intinya, situasi Bima secara umum mulai kondusif dan tadi pagi hingga siang, semua jajaran ASN dan TNI/Polri bersama-sama bergotong royong membersihkan sisa lumpur dan jerami itu," jelas Ibrahim.

Menyinggung soal dapur umum, dia menyebutkan, sejumlah pihak mulai kalangan BUMN, Dinas Sosial hingga TNI sudah mendirikan dapur umum tersebut sehari setelah insiden banjir bandang yang melanda wilayah setempat .

Secara terpisah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB Gede Putu Aryadi mengatakan, Gubernur Zulkieflimansyah telah menginstruksikan BPBD Provinsi NTB, sejak bencana banjir bandang yang menerjang delapan kecamatan di Kabupaten Bima untuk turun melakukan koordinasi lintas sektor dan membentuk tim komando tanggap darurat.

Selain itu, status tanggap darurat bencana banjir bandang di Kabupaten Bima ditetapkan selama sebulan, mulai 2 April – 1 Mei 2021 berdasarkan SK No.131 Tahun 2021.

"Instruksi pak Gubernur sudah juga ditindaklanjuti BPBD Provinsi NTB dengan telah melakukan koordinasi lintas sektor dan membentuk tim komando tanggap darurat. Kemudian, bersama stakeholders terkait melakukan evakuasi dan penyelamatan korban serta melakukan kaji cepat," jelas Gede.

Data BPBD Provinsi NTB, hingga per Jumat (9/4/2021) siang, jumlah kepala keluarga terdampak banjir bandang di delapan kecamatan Kabupaten Bima mencapai 10.185 KK, meninggal dua orang, sedangkan, jumlah terdampak 29.182 jiwa yang tersebar di 47 desa di Kabupaten Bima.


Editor: Redaksi