45 Hari Buron, Emak-emak Bandar Sabu-sabu di Mataram Diringkus Polisi -->

Iklan Semua Halaman

.

45 Hari Buron, Emak-emak Bandar Sabu-sabu di Mataram Diringkus Polisi

Saturday, April 10, 2021
Bandar Narkoba di Mataram Ditangkap Polisi Setelah 45 Hari Buron.


Mataram, Berita11.com— Pelarian perempuan berinisal RA (33 tahun) warga Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara Kota Mataram Nusa Tenggara Barat berakhir setelah dibekuk Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Mataram, Sabtu (10/4/2021).

Emak-emak tersebut diringkus setelah 45 hari atau 1,5 bulan berstatus DPO kepolisian atas kasus 15 gram sabu-sabu.

“Sabtu sore ini RA yang menjadi DPO kasus kepemilikan 15 gram sabu di Karang Bagu. Sekitar 1,5 bulan dia buron,” ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK di Mataram, Sabtu (10/04/2021).

Dikatakannya, RA cukup lihai bersembunyi. Karena sudah 45 hari diburu kepolisian. Petugas memancing RA keluar dari persembunyian setelah menangkap salah satu kerabatnya yang juga berkaitan kasus kepemilikan sabu-sabu. RA lalu bergerak ke Mataram dan diciduk kepolisian di Jalan Langko, Kota Mataram.

“Kami meminta ayah pelaku untuk berkomunikasi dengan dia. Lalu dia mau ke Mataram. Pelaku terlihat di Jalan Langko dan langsung dicegat,” tutur Heri Wahyudi.

Setelah itu, RA langsung diintrogasi. Ibu dua anak itu mengaku awalnya kabur ke Praya Lombok Tengah dengan berbekal dua potong baju. RA menyewa kos Rp1 juta per bulan. “Dia juga sempat tinggal di temannya. Lalu pindah ke Sekotong Lombok Barat. Ya, seperti nomaden begitu dia pindah-pindah. Kos dia tahu setelah membaca pengumuman yang banyak di pinggir jalan,” kata Heri.



Selama buron, RA menjual perhiasan yang dimiliki untuk bertahan hidup. Tapi dengan kebutuhan yang sangat banyak. Uang yang dia miliki semakin menipis. Ditambah kondisinya sulit mencari bantuan karena statusnya yang buron. “RA ini sudah kehabisan uang. Tidak kuat lagi dia kabur itu. Selama buron dia titip dua anaknya di keluarganya,” kata Kapolresta.

RA menyandang status buron sejak 27 Februari silam. Saat itu, kepolisian melakukan penggerebekan di rumah RA. Tapi RA yang terkenal lihai mengetahui kedatangan petugas dan berhasil melarikan diri. Petugas hanya mendapati setumpuk barang bukti. Antara lain, 16 klip plastik bening yang diduga sabu-sabu 15 gram, sejumlah alat konsumsi sabu-sabu serta uang tunai Rp28 juta yang diduga hasil transaksi sabu-sabu.

Setelah tertangkap, RA mengakui barang haram tersebut miliknya. “Yang bersangkutan mengakui barang itu miliknya. Itu didapatkannya dari seorang bandar berinisial RD,” terang Heri.

Setelah tertangkap, RA memilih irit berbicara. Tatapannya seperti kosong seakan tidak percaya dengan kasus yang dialami saat ini. Perempuan yang dulunya dikenal dengan gaya hidup hedonnya itu, kini harus meringkuk di balik jeruji besi untuk waktu yang lama. “Saya menyesal,” katanya.

Dengan perbuatannya itu, RA terancam dijerat pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. [B-12]