AP2SB Desak Pemkab dan DPRD Bentuk Tim Investigasi Independen Tangani Kasus Laka Kerja di AMNT -->

Iklan Semua Halaman

.

AP2SB Desak Pemkab dan DPRD Bentuk Tim Investigasi Independen Tangani Kasus Laka Kerja di AMNT

Monday, April 26, 2021
Kondisi Haul Truck di Lokasi Kecelakaan di  Tambang AMNT.



Taliwang, Berita11.com— Aliansi Pemberdayaan Perempuan Sumbawa Barat (AP2SB) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) membentuk tim investigasi independen untuk menangani kasus kecelakaan kerja yang terjadi di PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Desakan tersebut disampaikan ketua AP2SB) Yuni Bourhany .dia menduga kelelakaan kerja yang hingga menimbulkan korban jiwa karyawan PT McMahon berinisial AH ( 31) asal Sumbawa karena sistem kerja atau schedule kerja yang berat.

“Mereka yang bekerja kan manusia bukan robot. Saat terjadi kecelakaan bisa saja dia dalam kondisi ngantuk atau sakit. Penerapan Roster kerja 10-2 itu sama seperti sistem kerja paksa. Bahkan kecelakaan kerja sampai orang meninggal ini sudah terjadi dari tahun 2018-2021,” tuding Yuni Bourhany.

Menurut dia, PT Amman Mineral Nusa Tenggara harus bertanggungj awab penuh berkaitan insiden kecelakaan kerja itu. Salah satunya dengan mengubah atau menghapus schedule kerja yang diterapkan saat ini.

Dia mendesak Pemkab Sumbawa Barat dan DPRD KSB sebagai pemegang kebijakan segera membentuk tim yang akan melakukan investigasi secara independen.

Dia juga mendesak Komisi I DPRD KSB meminta kepada Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesia agar schedule kerja yang diterapkan PT AMNT saat ini dihapus. “Ada banyak nyawa pekerja yang harus diselamatkan pak dewan. Roster kerja yang diterapkan PT AMNT sama seperti sistem kerja penjajah,” katanya.

Informasi yang dihimpun, insiden kecelakan kerja yang merenggut nyawa salah satu karyawan itu terjadi sekira pukul 14.56 Wita, Jumat (23/4/2021). Saat itu haul truck 793 nomor 82, beroperasi tanpa muatan di pit tambang AMNT, tepatnya di Ramp Selatan, RL 045 dinding barat, ketika menuju area tambang Ramp Selatan bergerak ke arah kiri jalur. Haul truck tersebut menabrak tanggul sehingga langsung terjun bebas dari ketinggian 45 meter.

Upaya evakuasi korban dilakukan pukul 15.05 Wita oleh tim evakuasi dan tanggap darurat PT. AMNT. Setelah dievakuasi korban dinyatakan meninggal oleh tim dokter perusahaan di lokasi kejadian pada pukul 15.47 Wita.

Dari hasil pemeriksaan awal di klinik setempat, korban mengalami trauma berat pada kepala dan leher korban. Hingga kini, operasional tambang batu hijau dihentikan sejak terjadinya kecelakaan maut tersebut. [B-14]