Bulan Pengampunan Bukannya Tobat, Kakek di Dompu Malah Cabuli Pelajar 11 Tahun -->

Iklan Semua Halaman

.

Bulan Pengampunan Bukannya Tobat, Kakek di Dompu Malah Cabuli Pelajar 11 Tahun

Sunday, April 25, 2021
Aparat dari Mapolsek Pajo saat mengumpulkan data pada keluarga korban. Foto Godam Berita11.com.

Dompu, Berita11.com - Seorang Kakek berusia 62 tahun inisial KR warga Dusun, Karamapolo, Desa Lune, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu NTB, bukannya perbanyak amal ibadah atau bertobat di bulan yang penuh pengampunan (bulan suci ramadhan) malah tega melakukan pencabulan terhadap pelajar di bawah umur yang masih berusia 11 tahun.


"Iya benar, saat ini sedang ditangani oleh Kanit PPA di Polres Dompu," kata Kapolsek Pajo Ipda Abdul Malik, SH melalui Kasi Humas Polres Dompu, Ipda Handik Wijakson, Minggu (25/4).


Menurut Handik, peristiwa tak terpuji itu dilakukan kakek di dalam rumahnya pada Sabtu (24/4) siang sekira pukul 11.30 Wita, dengan modus menyuruh korban membeli kopi di warung di sekitar saat korban sedang bermain dengan temannya.


"Setelah korban kembali dari warung, diajak oleh terduga pelaku ke kamarnya, karena masih kecil anak tersebut menuruti ajakan pelaku, namun setelah dikamar pelaku memaksa membuka celana korban sampai telanjang," bebernya.


Beruntung kejadian itu, di luar rumah ada teman-teman korban sedang bermain sehingga tanpa sengaja mereka melempar rumah terduga pelaku dan terduga pelaku langsung ketakutan dan keluar rumah.


"Terduga pelaku juga sempat membuka celananya dan berusaha menindis korban, beruntung ada teman-teman korban yang melempat rumah terduga pelaku," terangnya.


Pascakejadian itu, korban pulang kerumahnya dan memberitahukan kepada orangtuanya, akhirnya orangtua korban melaporkan ke aparat desa sehingga diketahui warga setempat.


"Setelah warga mengetahui kejadian tersebut pelaku langsung melarikan diri dari rumahnya sejak siang sekira pukul 14.30 wita," bebernya.


Sementara, Plt Kades menyikapi persoalan itu dan melaporkan ke Bhabinkamtibmas dan anggota Polsek Pajo sehingga dilakukan koordinasi dengan unit PPA.


"Korban dan ibunya diarahkan oleh Bhabinkamtibmas untuk ke Polres guna melaporkan kejadian itu," pungkasnya. [Godam]