Evaluasi Program Siaran, Pemprov NTB Ingatkan SSJ Perbanyak Konten Lokal -->

Iklan Semua Halaman

.

Evaluasi Program Siaran, Pemprov NTB Ingatkan SSJ Perbanyak Konten Lokal

Friday, April 30, 2021
Kadis Kominfostik Provinsi NTB, Dr Najamuddin Foto Bersama Komisioner KPID NTB dan Perwakilan Metro TV pada Acara Evaluasi Program Siaran yang Berlangsung di Hotel Aston In, Kota Kota Mataram, Kamis (29/4/2021).


Mataram, Berita11.com— Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr Najamuddin Amy S.Sos M.M meminta sistem stasiun jaringan (SSJ) yang ada di daerah memperbanyak siaran dan konten lokal untuk mengangkat citra dan budaya di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Karena dalam UU Penyiaran sudah diamanatkan bahwa kewajiban lembaga penyiaran memenuhi 10 persen waktu siaran untuk konten lokal,” kata Bang Najam sapaan akrab Kadis Kominfotik NTB ini, saat menjadi narasumber kegiatan evaluasi program siaran sistem SIMP3 Kemenkominfo RI terkait jasa penyiaran televisi swasta PT Media Televisi Mataram (Metro TV NTB), yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia Daerah NTB di Hotel Aston In Kota Mataram, Kamis (29/4/2021).

Kegiatan evaluasi siaran SSJ ini bertujuan mengevaluasi program siaran berkaitan perpanjangan izin penyelenggaraan penyiaran.

Mantan Karo Humas Setda Provinsi NTB ini berharap semua SSJ di daerah memiliki moral dan itikad baik membangun NTB Gemilang dengan cara-cara yang baik. “Membantu Pemrov NTB dalam menyiarkan program NTB Gemilang,” ujar Najamuddin.

Menurutnya, hal yang dapat dilakukan dengan mengangkat dan mempublikasikan hasil pembangunan daerah berupa konten-konten lokal daerah. Untuk itu, sinergi dan kebersamaan serta kepedulian SSJ membangun NTB Gemilang mesti sejalan dengan misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

“Untuk membangun sebuah daerah harus mengangkat hal-hal baik dari daerah. Apalagi Metro TV ini paling jernih tangkapan siarannya di sekitar Mataram,” pujinya.

Output yang bagus dari tangkapan televisi harus memacu Metro TV di daerah menghasilkan kontribusi besar untuk NTB. Sejalan dengan perkembangan siaran televisi, Dinas Kominfotik Provinsi NTB juga mendorong agar SSJ mampu mengikuti perkembangan zaman untuk berproses dari siaran televisi analog ke telvisi digital.

Selain itu, Bang Najam juga mengimbau Metro TV memiliki kepedulian untuk membangun literasi secara offline. Turun bersama Pemda ke daerah pelosok untuk melihat perspektif NTB dari dekat.

“Sehingga keadaan tersebut dapat ditayang secara online melalui siaran TV,” harapnya.

Hal sama disampaikan Ketua Komisi I DPRD Provinsi NTB, Sirajudin SH, bahwa amanat UU penyiaran harus dipenuhi, yaitu ruang untuk konten lokal harus sebesar 10 persen. “Untuk mempublikasikan kearifan lokal daerah,” tegas pria asli Dompu ini.

Dia mengimbau Pemda agar yang berkaitan penyiaran konten lokal harus memilik legalitas standing.

“Menegaskan kepastian hukum di daerah agar ada Perda yang mengatur tentang konten lokal untuk tv nasional,” harapnya.

Sementara itu, Ketua KPID Provinsi NTB Yusron Saudi ST M.Pd menjelaskan, evaluasi yang dilakukan kepada Metro TV dilakukan satu kali dalam sepuluh tahun. “Bagaimana kehadiran dan perjalanan Metro TV di NTB selama ini, KPID selalu koordinasikan terkait isi dan konten siarannya,” kata Yosron.

Dia juga mendorong TV di daerah mencerdaskan masyarakat dengan menayangkan informasi dan siaran yang dan cerdas.

Dalam evaluasi SSJ tersebut, para komisioner KPID NTB menyoroti masih minimnya siaran lokal. “Dari paparan Metro TV, seharusnya memberikan laporan berapa persen konten lokal yang sudah disiarkan,” kata Sahdan, salah satu komisioner KPID NTB.

Dari 12 SSJ di NTB, hanya satu jam siaran lokal. Itu konten berita. “Harusnya durasi waktunya 2,1 jam. Sistem yang melaporkan ini, bukan kami yang nilai,” ucapnya.

Komisioner lain KPID Provinsi NTB, Arwan Syahroni mengatakan, penayangan konten lokal disiarkan pada jam tahajud atau tengah malam. Termasuk siaran acara yang berulang. “Ini sebagian catatan kami. Ingat, kewajiban menayangkan konten lokal, bukan meminta, tapi ini kewajiban SSJ,” tandasnya.

Dia berharap, ke depan siaran TV lokal di daerah juga dapat menggali potensi lain di NTB seperti aspek religi, ketokohan, kiprah dan kearifan lokal lain agar kekayaan potensi NTB terpublikasi hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Menanggapi hal tersebut, Sekarressia Phatria Zhahara, perwakilan Metro TV, menyampaikan akan terus memperbaiki siaran konten lokal di NTB, sebagai upaya merajut sinergi dan kebersamaan untuk membangun daerah melalui penayangan budaya dan kearifan lokal daerah.

“Kami berkomitmen mewujudkan siaran sehat dan menerapkan amanat UU penyiaran," katanya.


Editor: Redaksi