Jelang Libur Idul Fitri, Presiden Jokowi Ingatkan Penanganan Pandemi -->

Iklan Semua Halaman

.

Jelang Libur Idul Fitri, Presiden Jokowi Ingatkan Penanganan Pandemi

Thursday, April 29, 2021
Virtual Meeting Presiden Jokowi dengan Kepala Daerah se-Indonesia, Rabu (28/4/2021). Kegiatan juga Diikuti Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah.


Mataram, Berita11.com— Presiden Joko Widodo mengingatkan pengendalian pandemi Covid-19 menjelang libur hari raya. Selain melihat situasi pandemi dunia, pemerintah mengingatkan trend ekonomi Indonesia yang sedang menggeliat.

"Jangan kehilangan kewaspadaan jika terjadi kenaikan (kasus positif), sekecil apapun segera tekan kembali,” tandas Presiden Jokowi melalui virtual meeting di Istana Negara yang diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia, Rabu (28/04/2021).

Pada virtual meeting yang juga diikuti Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah tersebut, presiden mengingatkan perlunya atensi pasca kondisi pandemi di India, Turki dan beberapa negara benua Amerika seperti Brazil, Meksiko dan negara di Uni Eropa yang mengalami lonjakan kasus Covid 19.

Menjelang libur panjang, Jokowi menegaskan kepada para kepala daerah pentingnya pembatasan kegiatan skala mikro dan penerapan protokol kesehatan karena kenaikan angka positif cenderung terjadi pada saat libur panjang.

Jokowi menyebut, libur Paskah beberapa waktu lalu menaikkan angka positif hingga dua persen. Beberapa daerah juga sudah terpantau naik sehingga menjelang libur hari raya Idul Fitri ini, para kepala daerah diingatkan berhati-hati dan waspada dengan mengikuti angka dan kurva kenaikan setiap provinsi dan kabupaten/ kota.

Presiden mengatakan, berkaitan larangan mudik, sosialisasi terus menerus bisa menurunkan angka pemudik dari 89 juta menjadi 18,9 juta orang, sehingga pengaturan dan pengendalian mudik tidak lagi seperti tahun lalu yang membuat kenaikan angka kasus hingga 98 persen.

Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian, Presiden Jokowi juga mengingatkan agar daerah terus melakukan vaksinasi sesuai target yang ingin dicapai. Sampai 27 April, dosis vaksin yang disuntikkan baru mencapai 19 juta dosis dari target Juli mendatang 70 juta orang.

Pengendalian pandemi dilakukan agar tidak mengganggu perkembangan ekonomi yang makin membaik. Pada Januari, kasus harian pernah mencapai 14 ribu dan turun menjadi 4.000 ribu kasus, sehingga kondisi ekonomi mulai Maret dan April normal.

"Artinya dengan pertumbuhan yang baik di kuartal kedua tahun ini, target pertumbuhan 5,5 persen optimis akan tercapai", ujar Jokowi.




Presiden juga mengatakan, indikasi itu terlihat dari purchasing manager index dengan bergeraknya industri, pabrik dan manufaktur sebesar 53 poin dari sebelum pandemi berada pada angka 51. Tingkat konsumsi listrik masyarakat juga mulai naik 3,3 persen. Impor barang modal juga naik 33,7 persen yang sebelumnya negatif. Begitupula indeks keyakinan konsumen naik 93 persen, indeks penjualan retail naik 182,3 persen.

Presiden juga mengingatkan belanja APBD untuk modal segera dipercepat, karena sampai Maret baru terealisasi lima persen, sementara transfer anggaran pusat 182 triliun masih mengendap di bank daerah.

"Bansos dan BLT desa segera dicairkan agar perputaran uang mendorong ekonomi,” tandas Presiden Jokowi.

Editor: Redaksi