Kasus KDRT, JPU Kejari Dompu Tuntut Terdakwa Alfian Satu Bulan Penjara -->

Iklan Semua Halaman

.

Kasus KDRT, JPU Kejari Dompu Tuntut Terdakwa Alfian Satu Bulan Penjara

Tuesday, April 20, 2021
Dokumentasi Berita11.com selama proses persidangan Alfian Putra Setia. Foto Poris.


Dompu, Berita11.com - Alfian Putra Setia (32), terdakwa pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dituntut satu bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejakasaan Negeri (Kejari) Dompu, Selasa (20/4/2021) siang.


Dalam sidang lanjutan terdakwa Alfian di Pengadilan Negeri Dompu JPU Islamiyyah, S.H., M.H melalui video covers mengatakan, akibat perbuatan terdakwa, korban inisial IPN mengalami luka robek di bagian kepala hingga dijahit dan luka memar di sejumlah bagian tubuh korban.


Selain itu, barang bukti lain seperti Mick yang digunakan terdakwa memukul korban sehingga tubuh korban mengalami luka memar ada juga botol minuman Aqua yang masih terisi air setengah dipakai untuk melempar sehingga mengenai dibagian belakang daun telinga korban.


Menurut JPU, terdakwa terbukti bersalah dengan melanggar Pasal 44 ayat (4) UU No.23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman empat bulan.


Hal itu dibenarkan penasehat hukum terdakwa yakni Ilham, SH usai menggelar sidang pembacaan tuntutan dari JPU Kejari Dompu.


Menurut pria disapa akrab Romo ini, tuntutan terhadap kliennya masih bisa dimintai keringanan melalui pengajuan permohonan kepada majelis hakim.


"Iya benar, dari tuntutan satu bulan itu bisa kami ajukan keringanan ke majelis hakim, dan insya allah kami ajukan itu melalui persidangan berikutnya Minggu depan," ungkap Romo. 


Ketua majelis hakim Mukhlassuddin, S.H, M.H dan dibantu anggota 1, Raras Ranti Rossemarry, S.H dan anggota 2, Angga Wahyu Perdana, S.H menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda putusan. [B-10]