Kejari Dompu Tolak Wartawan Hendak Konfirmasi Terkait Tuntutan Alfian Satu Bulan -->

Iklan Semua Halaman

.

Kejari Dompu Tolak Wartawan Hendak Konfirmasi Terkait Tuntutan Alfian Satu Bulan

Tuesday, April 20, 2021
Kepala Kejari Dompu saat menolak sejumlah wartawan yang ingin konfirmasi. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Dompu Mei Abeto Harahap, SH menolak sejumlah wartawan yang hendak konfirmasi terkait tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Alfian Putra Setia.


"Kalian salah tempat datang ke sini, harusnya kalian pergi tanyakan ke pengadilan sana, karena rana pengadilan lah yang memutuskan," teriak Mei Abeto dengan nada yang keras, di teras Kejari Dompu, Selasa (20/4/21) sore.


Kedatangan sejumlah wartawan ke kantor Kejari Dompu untuk mengkonfirmasi JPU Islamiyyah, S.H., M.H yang menuntut terdakwa Alfian Putra Setia satu bulan penjara dikurangi tahanan kota selama menjalangkan proses hukum dan denda Rp5 juta.


"Sidang terbuka untuk umum, silahkan liput ke sana (Pengadilan, red) jangan ke sini, kalian salah kamar kalau di sini, wartawan jangan liput di sini," ujarnya.


Sementara, salah satu wartawan Juwaid dari media Radar Tambora yang juga group Jawa post mengatakan, pihaknya beserta sejumlah wartawan lain betul betul ingin konfirmasi terkait tuntutan tersebut.


Bahkan, pihaknya beserta sejumlah wartawan lain sudah melaporkan diri ke pelayanan terkait kehadiran mereka.


"Kehadiran kami atas dasar keinginan narasumber terkait keluhan atas tuntutan yang dibacakan pihak JPU yang dinilai terkesan merugikan pihak korban," ungkap pria disapa akrab JW ini.


Karena menurut JW di dalam Undang-undang pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers bahwa panglima tertinggi itu adalah narasumber.


"Kami menjalankan tugas sesuai tupoksi, karena menurut narasumber ada kejanggalan dalam penetapan itu, jadi wajar kami konfirmasi JPU sebagai subjeknya," beber JW.


Di tempat yang sama, salah seorang wartawan Ovan Bara dari TV One membenarkan peristiwa penolakan tersebut. "Iya benar, saya menyaksikan sendiri atas penolakan itu," akuinya.


Sejumlah wartawan yang dimaksud selain Juwaid dan Ovan Bara terlihat juga dari media Suaradompu.com Agus Marsudi, kemudian Yunan Ansari dari koran Sindo, Poris Berita11.com dan Ferry dari Lakeynews.com. [B-10]