Kemarin Warga Desa Maria Utara, hari ini, Pasien Positif Covid-19 Asal Desa Padolo Meninggal Dunia -->

Iklan Semua Halaman

.

Kemarin Warga Desa Maria Utara, hari ini, Pasien Positif Covid-19 Asal Desa Padolo Meninggal Dunia

Sunday, April 18, 2021
Petugas Medis RSUD Bima Berpakaian APD Lengkap Membawa Keluar Jenazah Pasien Positif Covid-19 asal Palibelo dari Ruang Isolasi RSUD Bima, Minggu (18/4/2021) pagi. Foto B-12/ Berita11.com.



Bima, Berita11.com— Pemuda 26 tahun berinisial IB asal Desa Padolo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang dirawat di ruang isolasi RSUD Bima sejak 5 April 2021 meninggal dunia sekira pukul 09.48 Wita, Minggu (18/4/2021).

Pasien positif Covid-19 nomor 11319 meninggal dunia setelah dirawat di ruang isolasi RSUD Bima dengan penyakit bawaan batuk, sesak nafas. Saat hari pertama dirawat di RSUD Bima, hasil rapid antigen pasien dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan swab cito tes cepat molekul, dengan diagnose pneumonia berat, ancaman gagal nafas dan hipoxic ensefalopaty.

Pasien meninggal dunia pada Minggu pagi setelah sempat mengalami penuruan kesadaran.


Pantauan Berita11.com/ TVSebelas.com, jenazah pasien diberangkatkan menggunakan ambulan milik RSUD Bima Nopol EA21XC tanpa pengalawan dan tanpa pemulasaran karena kerabat pasien menolak pemakaman sesuai protocol kesehatan pencegahan Covid-19. Pasien kemudian dimakamkan di TPU Desa Padolo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.

Sebelumnya pada Jumat (16/4/2021) siang, pasien perempuan berinisial SB (85 tahun) asal Desa Maria Utara, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima meninggal dunia di ruang isolasi RSUD Bima di Jalan Langsat, Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba Kota Bima.

Pasien positif Covid-19 ini meninggal dunia setelah sempat dirawat di ruang isolasi RSUD Bima sejak 14 April 2021 lalu dengan penyakit bawaan batuk, sesak nafas dan lemas. Pada 15 April 2021, hasil swab Cito TCM pasien menunjukan Covid-19 berat ditambah pneumonia berat, ancaman gagal nafas, dan hopic ensefalopaty. Sebelumnya pasien diketahui memiliki penyakit bawaan batuk, sesak nafas dan lemas. Pasien mengalami penurunan kesadaran pada pukul 11.00 Wita hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di ruang isolasi RSUD Bima.


Pantauan Berita11.com/ TVSebelas, sekira pukul 13.30 Wita, petugas medis melakukan pemulasaran terhadap pasien positif Covid-19 tersebut. Jenazah pasien kemudian dibawa ke TPU Dusun Loka Bawah, Desa Maria Utara, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima menggunakan ambulan RSUD Bima Nopol EA21XC yang dikawal Polsek Rasanae Timur menggunakan mobil patrol.

Hingga saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bima sebanyak 534 orang, 28 orang masih menjalani isolasi terpusat, 483 dinyatakan sembuh dan 22 orang meninggal dunia.

Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs H Lalu Gita Ariadi M.Si menyebut, pada Sabtu, 17 April 2021, telah diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR Klinik Prodia, Laboratorium PCR RS Bhayangkara, Laboratorium TCM RSUD Bima dan Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram sebanyak 204 sampel dengan 154 sampel negatif, lima positif ulangan, dan 45 sampel kasus baru positif Covid-19.


Salah satu pasien positif Covid-19 meninggal dunia di NTB yang termuat dalam data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (17/4/2021) yaitu pasien nomor 11630, an. S, perempuan, usia 85 tahun, penduduk Desa Maria Utara, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dunia.

“Dengan adanya tambahan 45 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, sembilantambahan sembuh baru dan empat kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (17/04/2021) sebanyak 11.666 orang, dengan perincian 10.089 orang sudah sembuh, 508 meninggal dunia, serta 1.069 orang masih positif,” kata Gita Ariadi dikutip dari press release Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB.


Hingga kini, jumlah kasus suspek Covid-19 di NTB sebanyak 18.421 orang. Rincinanya, 297 orang (1,6%) masih dalam isolasi, 56 orang (0,3%) masih berstatus probable, 18.068 orang (98,1%) sudah discarded. Jumlah kontak erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 77.713 orang, terdiri dari 3.631 orang (4,7%) masih dalam karantina dan 74.082 orang (95,3%) selesai karantina, sedangkan pelaku perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 113.824 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 581 orang (0,5%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 113.243 orang (99,5%). [B-12]