Kunjungi Bukit Sultan Dorompana, DPD RI Pesan "Jasmerah" -->

Iklan Semua Halaman

.

Kunjungi Bukit Sultan Dorompana, DPD RI Pesan "Jasmerah"

Friday, April 23, 2021
Anggota DPD RI dan Pemuda Karang Taruna Kelurahan Kandai Satu usai memberikan keterangan pers. Dok. Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Evi Apita Maya, S.H., M.Kn berkunjung di Bukit Sultan Syamsuddin di Lingkungan Dorompana, Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu NTB, Jumat (23/4/2021) pagi.


Pada kesempatan itu, DPD RI berpesan terhadap seluruh lapisan masyarakat lebih khusus pemuda setempat untuk Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah (Jasmerah) sebagaimana yang disampaikan Bung Karno dalam pidato terakhirnya pada momen HUT RI tanggal 17 Agustus 1966 silam.


Menurut wanita disapa akrab Evi ini, ada tiga poin yang selalu diporak - porandakan oleh bangsa lain yang ingin menguasai Indonesia dikala itu yakni, Pertama, Kaburkan Sejarahnya. Kedua, Lupakan Budayanya. Ketiga, Putuskan dengan Leluhurnya. Hal itu sepertinya telah terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.


"Untuk membangkitkan semangat kekuatan spritual dan kekuatan nusantara, kita harus peduli terhadap Sejarah, Budaya dan Leluhur, Jagan pernah lupakan Jasmerah, supaya kita tidak mudah dikuasai oleh negara lain," pesan Evi saat berada di atas Bukit Sultan Syamsuddin.


Dengan antusias dan kepedulian para pemuda, lanjut Evi, tentu akan kuat sebagaimana keinginan Sukarno yang meminta sepuluh pemuda maka ia mengguncangkan dunia dan beri ia 1.000 orang tua, niscaya akan cabut semeru dari akarnya.

"Justru antusias dari pemuda ini lah menjadi kekuatan, dengan memiliki kecintaannya terhadap tempat peninggalan sejarah, jadi kekuatan bangsa itu tergantung kekuatan pemuda," imbuhnya.


Soal antusias pemuda yang sudah melakukan penataan dan pembenahan serta melestarikan tempat bersejarah di Dorompana dan Kandai Satu Kabupaten Dompu, Evi merasa senang.


"Nah, saya sangat bahagia kalau pemuda di sini punya peduli terhadap itu, dan di sini ciri-ciri tempat yang barokah, istilahnya dia bisa mensejahterakan rakyat," apresiasinya.


Evi menerangkan, pihaknya sebagai DPD RI tentunya membantu dengan kapasitasnya melalui perpanjangan tangan atau menjembatani. Apalagi DPD RI tidak punya dana aspirasi atau dana pokok-pokok pikiran (Pokir).


"Yang kami bisa lakukan adalah mendorong dengan menyampaikan kepada pihak pihak terkait untuk bisa konsentrasi memperhatikan tentang budaya jangan sampai hilang," katanya.

"Dengan semangat pemuda ini terus dipacu agar bisa menularkan kepada pemuda-pemuda lain untuk berkreativitas karena jaman sekarang itu kita harus berkreativitas untuk maju," sambungnya.


Dikatakan wanita yang sangat peduli dengan apapun yang berkaitan dengan sejarah dan budaya ini, kunjungan itu rupanya bukan kali pertama, ternyata sudah berulangkali, awal ia mengunjungi tempat Bukit Sultan Syamsuddin sejak 10 tahun yang lalu.


"Setiap saya berkunjung ke Dompu saya tetap singgah di sini, karena mempunyai hubungan emosional dengan tempat ini, awal berkunjung pada tahun 2011 lalu bersama teman - teman dari Semarang dan saya merasakan ada hubungan spritual yang tinggi dengan tempat ini," ungkapnya.


Bahkan, pertama kali menginjakan kakinya di tempat makam Sultan Syamsuddin yang bergelar Sohibul Karomah Wal Fadillah dan Dewa ma Wa'a Bata yang dinobatkan sebagai Sultan pertama menganut agama Islam pada tanggal 24 September 1545 Masehi itu, Evi berkeinginan tempat itu dijadikan objek wisata sejarah.


"Saya senang dengan tempat ini dan view-nya indah bangat, bahkan pada waktu itu saya bilang, seandainya ini diperhatikan menjadi objek wisata alangkah indahnya dan Alhamdulillah sekarang ini sudah mulai terwujud," pungkasnya. [Nang/Join BZ]