Menabung Hasil Kerja Serabutan sejak SMP, Putra Pasangan Difabel ini ingin jadi TNI -->

Iklan Semua Halaman

.

Menabung Hasil Kerja Serabutan sejak SMP, Putra Pasangan Difabel ini ingin jadi TNI

Saturday, April 17, 2021
Muhammad Bersama Kedua Orang Tuanya.


Meraih impian adalah jati diri setiap pemuda. Karenanya sejak kecil anak-anak Indonesia diajarkan agar tidak takut bercita-cita tinggi. Mungkin hal itu juga yang dirasakan Muhammad, pemuda Lingkungan Doro Mpana, Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Berikut Rangkuman Berita11.com.


Sejak duduk di bangku SMP, pemuda 21 tahun ini, bercita-cita menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Meskipun berasal dari keluarga tidak mampu dan merupakan anak penyandang disabilitas, putra pasangan Kamaluddin dan Mariah ini memantapkan diri ingin menjadi TNI, demi mengabdikan diri untuk bangsa dan negara.

Cita-cita itu telah terpatri dalam hati Muhammad sejak bangku SMP. Maka sejak itu pula dia bekerja sebagai buruh harian dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya. Alumnus SMKN 1 Dompu ini sadar dia berasal dari keluarga tidak mampu. Apalagi dengan keterbatasan fisik orang tuanya dalam menopang ekonomi keluarga. Selain untuk membantu keluarganya, hasil keringatnya itu ditabung Muhammad sebagai bekal mengikuti tes TNI.

Di lingkungan Doro Mpana, Muhammad tinggal bersama orang tua dan dua saudara kandungnya di rumah sederhana 36 meter per segi.

Usai menyelesaikan pendidikan di bangku SMA tahun lalu, Muhammad mengikuti gelombang pertama tes TNI di Mataram. Dia berangkat dengan modal tabungan Rp8 juta yang terkumpul sejak bangku SMP hingga duduk di bangku SMKN 1 Dompu.

“Saya mulai kumpul uang itu sejak SMP sampai sekarang. Uang Rp8 juta itu dari hasil menabung saya gunakan untuk membiayai segala kebutuhan untuk pendaftaran anggota TNI pada Maret 2021 lalu di Mataram, termasuk untuk biaya makan, transportasi, tes swab dan lain-lain,” ungkap Muhammad.


Sayang, cita-cita Muhammad menjadi TNI belum berjalan mulus. Saat mengikuti gelombang pertama tes TNI, dia dinyatakan tidak lulus. Kendati demikian, pria bertubuh kekar ini tak patah arang. Dia masih bertekad mengikuti gelombang kedua tes masuk TNI yang kemungkinan digelar pertengahan tahun 2021 dalam waktu tak lama lagi.

Selain bekerja keras membantu orang tua dan demi mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk kebutuhan mengikuti seleksi TNI, Muhammad tetap menjaga mental dan spiritualnya. Setiap hari dia nyaris tidak pernah alpa melaksanakan salat lima waktu. Karena dia percaya, dalam setiap urusan kehidupan pasti ada campur tangan Allah SWT sebagai pencipta manusia.

“Tetap semangat dan bekerja keras. Ikut tes lagi untuk mewujudkan cita-cita menjadi TNI," katanya.

Muhammad mengaku, sejak duduk di bangku SMP dia sudah mantap bercita-cita menjadi TNI. Dia kagum ketika melihat anggota TNI yang bersikap tegas, namun tetap ramah dengan rakyat biasa. Dia juga kagun dengan keberanian dan jiwa patiotisme TNI yang menjaga keutuhan NKRI.

Selain mengabdi untuk nusa dan bangsa, baginya menjadi TNI adalah tiket baginya untuk mengangkat derajat kehidupan orang tuanya dan saudara-saudaranya yang terbelakang dari ekonomi.

“Inilah alasan mengapa saya memiliki cita-cita menjadi seorang TNI,” kata Muhammad dengan mata berkaca-kaca.

Di mata para tetangganya di Lingkungan Doro Mpana Dompu, Muhammad adalah sosok pemuda gigih bekerja dan taat beribadah, sehingga para tetangganya ikut berdoa dan mendukung Muhammad agar kelak diterima sebagai prajurit TNI.

“Dia seorang pemuda yang baik, taat beribadah dan selalu bekerja keras untuk menghidupi keluarganya,” ujar salah satu tetangga Muhammad yang akrab dipanggil Bibi Obie.

Menurut Obie, Muhammad juga tidak pernah malu berasal dari keluarga miskin dan memiliki kedua orang tua dengan keterbatasan (disabilitas).

“Kita kagum dengan anaknya, karena tidak pernah malu dengan kondisi orang tuanya dan malah bekerja keras membantu orang tuanya,” ujar Obie.

Obie menuturkan, Muhammad adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak pertama dia sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. Kini, dia tinggal berasama kedua orang tuanya dan adik perempuannya yang juga menyelesaikan pendidikan SMA. Sebelumnya, Muhammad dan keluarganya tinggal di rumah tidak layak untuk dihuni. Mereka kemudian mendapat rezeki program bedah rumah dari Pemkab Dompu pada tahun 2016 lalu, sehingga rumah mereka sedikit direnovasi.

Muhammad berasal dari keluarga sangat miskin. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ayah Muhammad menawarkan jasa angkut barang menggunakan gerobak dorong yang sudah uzur, sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang kadang dipanggil oleh tetangga bekerja sebagai buruh tani harian dengan upah yang tidak seberapa. Sejak tiga tahun lalu, Kamaluddin, ayah Muhammad terpaksa harus berhenti bekerja akibat penyakit asmanya yang sering kambuh. Kondisi yang sama dialami Marhiah, karena fisiknya mulai terkoyak oleh usia.

"Sudah tiga tahun Ayah Muhammad tidak mencari nafkah lagi karena penyakit sesak nafasnya sering kambuh,” ujar Obie.

Demi membantu keluarganya menyambung hidup, bekerja serabutan mengecat rumah warga, memotong rumput maupun pohon kayu di halaman rumah warga. Selain itu, terkadang dia menjadi kuli bangunan dan sejumlah pekerjaan lain. “Semoga saja Allah SWT mengabulkan apa yang menjadi impian Muhammad untuk menjadi seorang TNI,” harap Obie.


Kaget Dikunjungi Dandim 1614/ Dompu

Meksipun upayanya mengikuti seleksi gelombang pertama masuk TNI kandas, Muhammad berbahagia setelah dikunjungi Komandan Kodim 1614/ Dompu, Letkol Inf Ali Cahyono S.Kom yang memperoleh informasi tentang perjuangan alumnus SMKN 1 Dompu tersebut mengikuti seleksi masuk TNI.


Mata Muhammad berkaca-kaca saat orang nomor satu di Kodim 1614/ Dompu itu berkunjung di rumahnya di Lingkungan Doro Mpana, Kelurahan Kandai Satu, Kabupaten Dompu, Sabtu (17/4/2021). Tak hanya berkunjung, Dandim Dompu membawa bantuan sembako untuk Muhammad dan keluarganya.

Dandim 1614/Dompu memberi wejangan kepada Muhammad untuk tetap menjaga kebugaran tubuh dengan rajin berolahraga. Selain itu, tetap meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. “Tetaplah semangat dan terus berolahraga. Jaga kesehatan dan jangan pernah meninggalkan salat lima waktu,” ujar Letkol Inf Ali Cahyono S.Kom saat menemui Muhammad.

Dandim Dompu mengisyaratkan, Kodim 1614/Dompu mendukung dan mengapresiasi semangat Muhammad serta para pemuda lain yang memiliki semangat mengikuti seleksi masuk TNI.

Dandim menyatakan, Kodim 1614/Dompu siap membantu melakukan pembinaan fisik terhadap Muhammad dan para pemuda lain yang memiliki minat mengikuti seleksi masuk TNI. "Silakan datang di Makodim 1614/Dompu mulai Senin depan. Kami siap melatih untuk pembinaan fisik dan lain lain,” ujar Dandim Dompu.

Dandim meminta Muhammad tidak patah semangat, kendati sebelumnya pada seleksi gelombang pertama kemarin tidak lulus. “Tetap semangat dan teruslah berolahraga agar tubuh tetap sehat dan bugar. Tetaplah berusaha dan berjuang agar cita citanya bisa terwujud," pesannya.




Letkol Inf Ali Cahyono juga menyampaikan kepada Muhammad dan para pemuda yang tertarik mengikuti seleksi masuk TNI agar tidak percaya terhadap siapapun yang menawarkan jasa bisa meloloskan masuk TNI dengan meminta imbalan uang.

“Intinya, jangan percaya terhadap siapapun yang menawarkan diri bisa meloloskan orang menjadi TNI. Sebab mengikuti tes menjadi TNI itu tidak pakai uang,” jelasnya.

Bagi Muhammad, kunjungan dan wejangan orang nomor satu di Kodim Dompu tersebut memompa spiritnya untuk meraih cita-citanya sejak bangku SMP itu. Dia bersyukur dikunjungi oleh Dandim 1614/Dompu.

“Kehadiran Pak Dandim rezeki bagi saya dan semoga saya bisa menggapai cita-cita untuk menjadi TNI. Terima kasih juga kepada Dandim 1614/Dompu yang mengizinkan kami untuk berlatih di Makodim Dompu,” ungkap Muhammad yang begitu bahagia setelah kunjungan Dandim Dompu (*)