Miris, Jalan Negara Depan Kantor Pemkab Bima Digenangi Banjir, Pemda Seolah Tutup Mata -->

Iklan Semua Halaman

.

Miris, Jalan Negara Depan Kantor Pemkab Bima Digenangi Banjir, Pemda Seolah Tutup Mata

Saturday, April 3, 2021
Kondisi jalan di depan Kantor Bupati Bima saat digenangi atau dilewati air banjir. Foto. Poris Berita11.com.


Bima, Berita11.com - Jalan negara lintas Bima-Dompu tepatnya di Desa Pena Pali, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima digenangi atau dilewati banjir setinggi paha orang dewasa, Sabtu (3/4/2021) pagi.


Akibatnya, pengguna jalan harus terhambat bahkan ada juga yang menunda perjalanannya. Mirisnya lagi, jalan tersebut terletak di depan kantor Bupati Bima sehingga terkesan Pemerintah Daerah dinilai seolah tutup mata.


Menurut warga Desa Talabiu, Nabil pria 35 tahun kejadian seperti ini bukan baru kali pertama, namun sudah berulang kali, kendati demikian pemerintah belum ada tindakan untuk mengatasi persoalan yang terjadi.


"Masalah ini, bukan baru kali ini, malah sudah sering kali, dan sejauh ini belum ada tindakan yang serius dari pemerintah," kata Nabil.


Untuk itu, Nabil meminta terhadap pemerintah setempat untuk segera mengambil tindakan. Apalagi jalan tersebut adalah jalan negara yang setiap hari dilalui oleh para pengguna jalan bukan hanya di Bima saja tetapi se-pulau Sumbawa pada umumnya.


"Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan situasi dan kondisi ini, apalagi di depan kantor pusatnya pemerintah daerah, harusnya malu dengan melihat situasi dan kondisi ini dan pemerintah harus ada tindakan secepatnya," ujarnya.


Di tempat yang sama, Ardiansyah salah satu pengguna jalan dari dompu menuju bima dengan menggunakan sepeda motor terpaksa terhenti perjalanannya sembari menunggu turunnya air banjir. 


Ia mengaku, perjalanan itu sangat terganggu dan merasa tidak nyaman apalagi pihaknya ingin menghadiri acara yang penting menyangkut dengan pekerjaannya.


"Kok pemerintah tidak ada upaya sama sekali menangani persoalan ini, kami sangat terganggu dalam perjalanan ini, kemana pemerintah ini, kok diam ya," ujar pria kelahiran Dompu ini.


"Saya terpaksa menunda hadiri acara penting di Bima kalau saya paksakan melewati arus air ini akan berbahaya juga buat keselamatan saya begitu juga dengan kendaraan yang saya tumpangi," sambung pria ini. [B-10]