Oknum Satpol PP Diduga Garap Paksa Biduan dan Ancam Ingin Sebarkan, Korban Lapor Polisi -->

Iklan Semua Halaman

.

Oknum Satpol PP Diduga Garap Paksa Biduan dan Ancam Ingin Sebarkan, Korban Lapor Polisi

Friday, April 2, 2021
Kanit PPA Polres Dompu Aipda Ahmad Rimawan. Dok. Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di Satpol PP Kabupaten Dompu NTB inisial ID bukanya menyembunyikan perbuatannya, malah ingin sebarluaskan ke orang-orang setelah diduga menggarap paksa (memperkosa) seorang wanita berinisial NM.


Akibatnya, wanita yang berprofesi sebagai Biduan 33 tahun yang merupakan warga Dusun Selaparang, Desa Matua, Kecamatan Woja ini melaporkan ke Mapolres Dompu, Selasa (30/3/2021) siang.


Menurut korban, pada tanggal 9 bulan Februari tahun 2021 lalu, terduga pelaku menjemput korban di rumahnya menggunakan mobil dengan tujuan pergi melayat ke suami temannya yang meninggal di Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu.


Namun pas di perempatan cabang Cakre (lampu merah) tiba-tiba dia belok kanan, sehingga timbul pertanyaan korban, merasa curiga, korban mempertanyakan terduga pelaku, namun terduga pelaku menjawab hanya jalan-jalan.


"Pas dia belok kanan, saya bertanya kemana kita, dia (terduga, red) menjawab jalan-jalan dulu mumpung masih pagi apalagi mayat dikuburkan nanti siang," ujar korban sebagaimana disampaikan terduga pelaku.


Semakin jauh perjalanan semakin timbul kecurigaan korban, sehingga korban mengajak pulang, berhubung korban juga sedang ada job (kerjaan) jadwal menyanyi di Kelurahan Simpasai.


Tiba di Jalan Lintas Jambu-Dompu tepatnya di sekitar perkebunan Jati, Kecamatan Pajo pada siang hari sekira pukul 11.30 Wita, terduga pelaku memberhentikan mobilnya dan melancarkan aksi rudalnya.


"Pas di tempat yang sepi jauh dengan perkampungan, dia (terduga, red) hentikan mobilnya dan menaikan semua kaca jendela mobil, saya bilang jangan macam-macam, apalagi dia sudah janji tidak macam-macam karena takut dengan jabatannya," ungkap korban.


Terduga pelaku seolah tidak memikirkan dampak akibat perbuatannya, semua barang sensitif korban diraba meskipun korban berusaha menghindar dan mengelak, hingga terjadi gempa di dalam mobil seketika dan gawang berhasil dijebol oleh terduga pelaku.


"Saya nggak bisa berbuat apa-apa lagi, dan akhirnya dia mendapatkan keinginannya, setelah itu dia mengancam saya agar tidak memberitahukan ke orang lain karena takut akan jabatannya," beber korban.


Seiring waktu berjalan, terduga pelaku kembali mengancam korban bahwa apa yang dilakukan itu bakal diceritakan ke orang-orang, bahkan hal itu sudah dilakukan lantaran korban menolak cintanya, sehingga korban melaporkan ke Mapolres Dompu.


"Dia sebarkan itu, karena dia (terduga, red) kesal saya menolak terus cintanya, dan itu saya mengetahuinya ke teman musisi pria denagn inisial T," cetusnya.


Sementara, Kepala unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Dompu Aipda Ahmad Rimawan membenarkan atas laporan pengaduan itu dan pihaknya bakal memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan.


"Iya, benar, kami sudah menerima laporan pengaduan itu, dan sekarang kami sedang melakukan penyelidikan atas pengaduan tersebut," kata Kanit PPA.


Hingga berita ini dipublis, oknum Satpol PP belum berhasil ditemui guna dimintai keterangan. [B-10/Join BZ]