Ponpes Tahfizhul Al-Qur'an Yasmin Dorebara Nobatkan 26 Hafizh dan Hafizhah Qur'an -->

Iklan Semua Halaman

.

Ponpes Tahfizhul Al-Qur'an Yasmin Dorebara Nobatkan 26 Hafizh dan Hafizhah Qur'an

Monday, April 12, 2021
26 Hafizh dan Hafizhah yang dinobatkan oleh Ponpes Yasmin Dorebara. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Untuk kali pertama (perdana) Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizhul Al-Quran Yasmin Dorebara mengelar penobatan sebanyak 26 Hafizh dan Hafizhah Al-Qur'an.


Kegiatan penobatan Hafizh dan Hafizhah dirangkaikan dengan acara tasyakuran Hafalan Qur'an Santri yang berlangsung di Gedung Sakinah Desa Dorebara, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu NTB, Senin (12/4/2021) pagi.


Pimpinan Ponpes Yasmin Dorebara H. Burhanuddin, S.Ag dalam sambutannya mengatakan, dari sebanyak 26 pengafal Qur'an yang dinobatkan tersebut dengan rincian 14 Hafizh dan 12 Hafizhah semuanya dimulai dari nol.


"Para santri dan santriwati yang dinobatkan ini bersama kami sudah kurang dari sembilan bulan dan betul-betul dimulai dari nol dan Alhamdulillah, sekarang ada yang sudah sampai satu Juz, ada juga yang dua Juz bahkan ada yang tiga Juz," kata H. Burhanuddin.


Ia menjelaskan, dalam Ponpes Yasmin Dorebara ada beberapa lembaga yang bergabung yakni, Raodatul Adfal, Madrasah Ibtidaiyah, Sanawiyah dan Madrasah Aliyah semuanya telah terakreditasi B, kecuali Balai Latihan Kerja (BLK) yang dalam beberapa bulan kedepan juga bakal diakreditasi.


"Pondok Pesantren Yasmin Dorebara sudah diakui oleh pemerintah dan Insya Allah tidak ada sesuatu hal yang berada di luar dari jalur NKRI, kami di Yasmin tetap berada dalam lingkar NKRI," terangnya.


Selain itu, lanjut H. Burhanuddin, di Ponpes itu juga ada beberapa program yang dijalankan termasuk program yang sudah direncanakan yakni melanjutkan program Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ).

26 Hafizh dan Hafizhah dan rombongan Kemenag Kabupaten Dompu usai dilakukan penobatan. Foto Poris Berita11.com.

Untuk itu, pihaknya sangat mengharapkan dukungan dari berbagai pihak terutama Kepala Kementerian Agama Kabupaten Dompu.


"Kami mohon bantuan dan dukungan terutama kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu, para alim ulama serta tokoh masyarakat untuk mendukung apa yang menjadi program yang dilakukan pondok pesantren Yasmin," harapnya.


Lebih jauh, H. Burhanuddin menerangkan, Ponpes Yasmin Dorebara akan melahirkan generasi Islam dan generasi Qurani sehingga menjadi generasi yang gemilang. 


Selain itu juga bagus ilmu pengetahuan keduniaan maupun bagus dalam ilmu pengetahuan agama juga akhiratnya.


Melalui kesempatan itu pula, pimpinan Ponpes Yasmin Dorebara menyampaikan ucapan terima kasih kepada orangtua wali karena telah memberikan kepercayaan untuk merawat dan mendidik anak-anaknya kedalam Ponpes Yasmin Dorebara.


"Insya Allah, dengan kepercayaan yang diberikan kepada kami ini menjadi modal utama bagi kami untuk mendidik generasi kedepan dengan lebih baik lagi dan kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami," ucap H. Burhanuddin.


Di tempat yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu, Drs. H. Syahrir, M. Si juga dalam sambutannya mengatakan, Ponpes Yasmin Dorebara telah menampilkan atau menunjukkan hasil produknya.

Pimpinan Ponpes Yasmin Dorebara H. Burhanuddin, S.Ag saat menyampaikan sambutan. Foto Poris Berita11.com.

Untuk itu, ia mengajak semua orangtua baik yang ada di sekitar desa setempat maupun di sekitarnya agar memasukan anak-anaknya ke Ponpes Yasmin Dorebara dengan penuh keyakinan.


"Tidak perlu ragu dan bimbang untuk memasukan anak kita dalam pendidikan keagamaan yang diberi nama Pondok Pesantren ini, karena pondok pesantren pendidikan non formal yang mempunyai kekuatan hukum yang kuat dan tidak jauh beda dengan pendidikan formal lainnya," ajaknya.


Menurutnya, justru pihaknya melihat di situ ada kelebihannya, di samping anak-anak diajak untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam persepektif religi, anak-anak juga diajarkan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam perspektif umum.


"Di sinilah perbedaan mendasar akan adanya pondok pesantren dengan madrasah-madrasah yang lainnya," terangnya.


Kemenag juga membeberkan pengalaman hidupnya yang dimana ada orang berkata pada tahun 1970an ketika masih berumur seperti anak-anak yang tampil pada kesempatan itu.


Waktu itu, ia pernah masuk di sebuah pesantren ia mendengar orang mengatakan apa fungsinya masuk madrasyah hanya dipersiapkan untuk berdoa dan dipersiapkan jadi pengurus Masjid.


"Manset sekarang sudah berbeda, justru anak-anak yang masuk di Pondok Pesantren adalah anak-anak yang mempunyai nilai plus dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang lain pada umumnya," terangnya.


Untuk itu, pihaknya mengapresiasi dan penghargaan yang luar biasa kepada pondok pesantren Yasmin yang telah berinovasi dan bekerja secara nyata untuk melahirkan generasi-generasi yang handal generasi yang Qurani generasi generasi yang beriman dan bertakwa.

Kepala Kemenag Kabupaten Dompu Drs. H. Syahrir, M.Si saat menyampaikan sambutan. Foto Poris Berita11.com.

Hal itu juga, ia menambahkan, memang itu adalah esensi dari sebuah kehadiran pondok pesantren sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 18 tahun 2019 dan Undang-undang itu merupakan payung hukum bahwa Pondok Pesantren mempunyai peranan dan fungsi yang luar biasa dalam NKRI.


"Di dalamnya mempunyai komitmen untuk melaksanakan ajaran Islam dengan Rahmatanlil Alamin dengan mengacu kepada NKRI," terangnya.


Di samping berdasarkan NKRI, kehadiran Pondok Pesantren juga didasari oleh UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika dan jika empat pilar kebangsaan ini dalam melaksanakan komitmen terhadap ajaran agama Islam seperti Ponpes Yasmin Dorebara.


Maka, kata dia, yakin dan percaya bahwa pondok pesantren tersebut akan selalu the best (terbaik) jika dibandingkan dengan madrasah-madrasah lainnya yang belum memiliki legal stending kekuatan hukum yang jelas.


"Insya Allah, dengan berkomitmen seperti itu maka tidak akan melahirkan pondok pesantren yang radikal pondok pesantren yang akan melahirkan ideologi ideologi yang bertentangan dengan aturan dan regulasi yang berlaku di negeri yang kita cintai ini," terangnya.


Pantauan Berita11.com, pada kesempatan ini, selain Kepala Kemenag Drs. H. Syahrir, M. Si tampak hadir pengawasan MA Kemenag Kabupaten Dompu Drs. H. Nasuhi, M.Si.


Turut hadir seluruh Kepala Sekolah yang ada di wilayah Desa Dorebara, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA, kemudian tokoh masyarakat, tokoh agama serta para orangtua santri dan santriwati. [B-10]