Puluhan Tahun Diketahui Makam Sultan Syamsuddin, Baru AKJ-Syah yang Berziarah -->

Iklan Semua Halaman

.

Puluhan Tahun Diketahui Makam Sultan Syamsuddin, Baru AKJ-Syah yang Berziarah

Tuesday, April 13, 2021
Di tengah, Bupati Dompu Kader Jaelani, di Depan Dandim 1614/Dompu dan di samping kanan Bupati Dompu adalah Lurah Kandai Satu Dedy Arsyik, S.Sos. Foto Poris Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Kehadiran pemimpin yang baru Abdul Kader Jaelani dan H. Syahrul Parsan, ST.MT (AKJ-Syah) betul-betul terasa membawa perubahan bagi Daerah Kabupaten Dompu NTB.


Salah satu contoh dibuktikan saat berkunjung ke Bukit Sultan Syamsuddin yang terletak di Lingkungan Dorompana, Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu pada Minggu (11/4/2021) siang.


Kunjungan AKJ-Syah beserta rombongan guna melakukan ziarah makam Sultan Syamsuddin yang merupakan Sultan pertama yang membawa Islam di Bumi Nggahi Rawi Pahu ini.


Padahal, lokasi Kesultanan yang bergelar Sohibul Karomah Wal Fadillah dan Dewa Ma Wa'a Bata ini yang juga dinobatkan sebagai Sultan pertama yang membawa ajaran agama Islam di dompu pada tanggal 24 September tahun 1545 Masehi itu diketahui sudah puluhan tahun oleh peneliti dari Jakarta.


Tempat yang mengukir sejarah besar bagi Bumi Nggahi Rawi Pahu ini, selama diketahui sejak tahun 2004 silam, belum pernah didatangi oleh Bupati dan Wabup sebelum AKJ-Syah. Bahkan, Bupati dan Wabup sebelumnya terkesan tutup mata dan telinga.


Prihal itu juga dibenarkan Pemerintah Lurah Kandai Satu yakni Dedy Arsyik, S.Sos sehingga pihaknya sebagai Lurah di situ memberikan apresiasi kepada kepemimpinan yang baru beberapa bulan dilantik itu.


"Kalau kita dari Pemerintah Kelurahan sangat mengapresiasi terhadap Bupati Dompu dan rasa bangga yang luar biasa terhadap kepemimpinan yang baru ini Bapak Kader Jaelani," ucap Lurah Kandai Satu, di kantornya, Senin (12/4) siang.


Dedy mengakui, selama diketahui keberadaan makam Sultan Syamsuddin, tidak pernah didatangi oleh Bupati-bupati sebelumnya, baik dalam bentuk acara resmi kedaerahan maupun acara nasional apalagi melakukan ziarah. 


"Bupati yang baru ini (AKJ-Syah) telah mengambil langkah yang sangat luar biasa dan peduli terhadap peninggalan-peninggalan sejarah, terutama makam Sultan Syamsudin yang dinobatkan sebagai sultan pertama yang membawa Islam di dompu," terangnya.


Melalui kesempatan ini pula, Dedy juga berkeinginan, sebagaimana yang pernah disampaikan saat acara dengar pendapat dengan sejumlah pegiat budaya dan sejarah di Wisma Samada berapa hari lalu.


Pertemuan itu juga termasuk Dae Olan atau Ir. Muhammad Ruslan yang biasa dikenal dengan presiden RAN bahwa di sekitar makam Sultan Syamsuddin dibangunkan sebuah taman budaya yang mencangkup keseluruhan tentang sejarah.


"Kami berkeinginan bahwa di situ dibangunkan taman budaya atau graha budaya, dan di dalam taman itu Included (mencakup, red) ada museumnya, ada sanggar untuk latihan, atau ada acara-acara pertemuan dilakukan dalam tempat graha budaya itu," keinginan Dedy sebagaimana keinginan para pegiat budaya dan sejarah.


Dikatakannya, keinginan itu juga diinisiasi dari Dae Olan sendiri dan sudah disampaikan kepada Bupati Dompu Kader Jaelani bahkan telah direspon dengan baik, sehingga keinginan itu bakal diwujudkan sekitar tahun depan.


"Alhamdulillah, informasi yang kami dapat dari Dae Olan bahwa Bupati Dompu sangat merespon atas keinginan dari temen-temen pegiat budaya dan sejarah, Insya Allah akan dibangun, paling telat tahun 2022 mendatang," terang Dedy. [B-10]