Sekolah Terluar Minim SDA, Kadis Dikbudpora Taruh Harapan Besar pada Tim Gemar Literasi -->

Iklan Semua Halaman

.

Sekolah Terluar Minim SDA, Kadis Dikbudpora Taruh Harapan Besar pada Tim Gemar Literasi

Tuesday, April 27, 2021
Foto Bersama Kadis Dikbudpora Kabupaten Bima, Ketua STKIP Taman Siswa Bima dan Sejumlah Peserta Workshop Finalisasi Sekolah dan Desa Sasaran Program GEMAR Literasi Kabupaten Bima yang Berlangsung di kantor Bappeda dan Litbang Kabupaten Bima, Jumat (23/4/2021) lalu.


Bima, Berita11.com— Sekolah di daerah terluar mengalami kendala teknis dalam mengejar kualitas peserta didik. Yaitu, kurangnya sumber daya guru dan rendahnya motivasi mengajar. Karena itu, kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbupora) Kabupaten Bima, Zunaidin S. Sos, MM., menaruh harapan besar pada Tim Gemar Literasi akan melaksanakan program peningkatan literasi dan numerasi selama 12 bulan ke depan.

“Kalo saya bisa meminta penentuan desa (yang menjadi sasaran program) daerah-daerah yang gurunya dan sumber daya manusia sedikit di daerah terluar, bukannya tidak ada guru. Ada guru yang di-SK-kan secara lokal. Tapi karena kemampuan pembiayaan kurang, motivasi rendah,” katanya saat menyampaikan sambutan pada Workshop Finalisasi Sekolah dan Desa Sasaran Program di kantor Bappenda Kabupaten Bima, Jumat (23/4/2021) lalu.

Secara politik, lanjutnya, kewenangan yang dia miliki hanya pada batasan analisa kebutuahan, pengajuan dan distribusi, sedangkan yang mengambil kebijakan adalah yang memiliki kewenangan.

“Ini adalah tantangan dan erat kaitannya dengan penentuan desa (di daerah terluar). Seorang inovator mendapatan dua manfaat. Pertama, pengabdian dan kedua adalah pahala. Karena anak-anak yang menunggu guru (Tim Gemar) dapat teratasi,” jelasnya.

Kadis Dikbudpora Kabupaten Bima itu, juga menyinggung kualitas literasi. Dia mengaku bingung dengan penilaian kurangnya kualitas literasi anak di Kabupaten Bima, karena minat berliterasi di Bima terbangun secara alamiah.

“Saya bertanya di mana posisi (literasi) kita ini, ketika bicara kualitas, selalu Dikbudpora yang disoroti. Padahal orang Bima akan malu juga tidak bisa membaca dan mengaji. Ini kan juga motivasi yang terbangun secara alamiah. Padahal diri kita sudah menjalankan dengan utuh dan giat. Memang indikator-indokatornya bukan mayoritas indikator pendidikan, hanya saja ini harus dilakukan secara simultan sehingga nanti ada hasil. Kita bisa memuaskan,” tukasnya.

Mantan Kadishub Kabupaten Bima ini mengaku bangga dan berterima kasih pada tim Gemar Literasi STKIP Taman Siswa Bima atas program yang akan dilaksanakan. “Saya sangat yakin program ini akan cepat selesai dan tercapai. Bisa juga menggunakan mahasiswa KKN,” pungkasnya.

Workshop berlangsung lancar dan kondusif. Hadir saat kegiatan Plt. Kepala Bappeda, Kadis Dikbudpora, kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bima, perwakilan Dinas Kominfostik Kabupaten Bima, DPMDES Kabupaten Bima, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Bima, manager program. Selain itu, kegiatan juga diikuti Dr Syarifudin S.Si., M.Pd yang pada kesempatan tersebut memaparkan program dan titik sasaran. Kegiatan ditutup penandanganan nota kesepahaman antara sejumlah pihak yang terlibat. [B-11]