Sukarela, Warga Serahkan Mortir kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur -->

Iklan Semua Halaman

.

Sukarela, Warga Serahkan Mortir kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur

Tuesday, April 27, 2021
Warga Kelurahan Umanen Atambua Barat, NT Menyerahkan Mortirr 60 Commando kepada Perwira Pembina Mental Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Kapten Inf. Ketut Nadra, Selasa (27/4/2021).


Belu, Berita11.com— Upaya komunikasi persuasif melalui kegiatan Komsos oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia – Republik Demokratik Timur Leste (Satgas Pamtas RI-RDTL) Sektor Timur membuahkan hasil.

Warga RT 04 Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat menyerahkan secara sukarela Mortir 60 Commando kepada Perwira Pembinaan Mental (Pa Bintal) Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Kapten Inf I Ketut Nadra di rumahnya, Selasa (27/4/2021).

Menurut Pabintal, warga yang baik hati itu bernama Fredick Ratuluji (38 tahun). Awalnya warga tersebut menyampaikan informasi bahwa pada Minggu kemarin, anaknya yang sedang bermain tidak jauh di belakang rumah dan menemukan sebuah besi tua yang sudah berkarat.

Mendapat informasi tersebut, pria yang hobi olahraga jalan kaki itu ingin melihat besi tua yang dimaksud. Setelah diperlihatkan oleh Fredi sapaan akrab Fredick Ratuluji— ternyata benda itu merupakan bahan peledak yang berbahaya bagi keselamatan masyarakat setempat, sehingga Fredi menyerahkannya langsung kepada dirinya.

Usai menerima penyerahan benda berbahaya tersebut, Pabintal kemudian melapor kepada Komandan Satgas Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro dan Wadan Satgas Mayor Inf Aditya Nugraha.

Berkaitan dengan itu, Dansatgas Pamtas Yonif 742/SWY memberikan apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat yang secara sadar akan bahaya yang dapat ditimbulkan benda semacam itu, sehingga dengan cepat melaporkan hasil temuan kepada personel untuk diamankan di Mako Satgas.

Dijelaskaanya, Pabintal Satgas sering olahraga berjalan kaki dan sering bersilaturrahmi dengan warga di sekitar Mako, karena usianya menjelang pensiun, sehingga kedekatan warga dengan Pabintal maupun anggota Mako Satgas terjalin dengan baik.

“Kebetulan Pabintal juga memiliki kambing dititipkan kepada Fredi di kampung belakang Mako Satgas, sehingga setiap saat pergi melihat perkembangan titipannya,” terang Bayu Sigit.

”Ini luar biasa, masyarakat sudah mengerti dan paham ke mana harus menyampaikan dan menyerahkan barang berbahaya tersebut, ini patut diapresiasi,” pungkasnya. [B-11]