Wakil Ketua I PPI UPSI Malaysia Sesalkan masih ada Kekerasan Terhadap Jurnalis di Indonesia -->

Iklan Semua Halaman

.

Wakil Ketua I PPI UPSI Malaysia Sesalkan masih ada Kekerasan Terhadap Jurnalis di Indonesia

Friday, April 30, 2021
Jasman M. Foto Ist.


Malaysia, Berita11.com— Wakil Ketua I Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, Jasman, sangat menyayangkan masih ada tindak kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia, terutama yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Jasman, jurnalis atau wartawan merupakan sosok yang dibutuhkan pemerintah untuk menjadi corong dalam menyampaikan informasi terhadap kinerja dan pengembangan program yang mereka jalankan maupun direncanakan.

“Keberadaan wartawan ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah. Karena itu, pemerintah harus menjalin hubungan baik dan persaudaraan dengan wartawan. Bukan malah menindas maupun mengintimidasi mereka dengan kekerasan,” ujar pemuda kelahiran Bima yang mengenyam Pendidikan Master of Arts di Faculty of Language and Communication UPSI Malaysia ini, Jumat (30/4/2021).

Jasman menambahkan, berdasarkan data dari LBH Pers kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia yang terjadi selama tahun 2020 mencapai 117 kasus. Artinya angka kekerasan terhadap jurnalis tersebut merupakan angka tertinggi yang terjadi sepanjang reformasi.

“Kemarin aja di Indonesia ada terjadi kekerasan jurnalis televisi di Situbondo Jawa Timur, terus untuk hari ini, Kamis, 29 April 2020 kembali lagi terjadi di Lombok Timur NTB. Artinya tindakan kekerasan terhadap jurnalis ini kerap terjadi. Padahal kita tahu di Indonesia profesi jurnalis itu dilindungan oleh undang-undang,” ungkap pria yang juga praktisi jurnalis itu.

Sebagai pihak yang memahami pentingnya peran jurnalis dalam pemerintahan, Jasman meminta kepada pemerintah untuk selalu menjaga hubungan baik dengan jurnalis dan menindak tegas setiap orang yang melecehkan maupun menindas profesi jurnalis.


Sekda Lombok Timur Minta Maaf

Berkaitan sikap organisasi profesi jurnalis dan sejumlah wartawan atas kekerasan yang diduga dilakukan oknum anggota Pol PP di Lombok Timur direspon Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, M Juaini Taofik.

M Juani Taofik menyampaikan empat poin tanggapan merespon kasus kekerasan yang menimpa jurnalis di Lotim, di antaranya menyatakan rasa prihatin sekaligus memohon maaf kepada segenap insan pers, khususnya terhadap korban atas perlakuan kurang humanis dari anggota Pol PP Lombok Timur.

“Saya sudah mendirektif Kasat Pol PP untuk mengambil langkah2 Pembinaan sesuai norma disiplin anggota Pol PP,” katanya.

M Juani juga menyatakan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah perbaikan pasca peristiwa kekerasan yang terjadi terhadap jurnalis di Lombok Timur. “Semoga kolaborasi dan sinergitas antara kita dalam membangun daerah dan mencerdaskan bangsa khususnya di Lombok Timur tetap terjalin sebagaimana sebelum insiden ini,” harap dia. [B-11]