Wartawan Rangkap jadi Anggota LSM sudah Langgar KEJ, Junaidin: Bisa Dilaporkan -->

Iklan Semua Halaman

.

Wartawan Rangkap jadi Anggota LSM sudah Langgar KEJ, Junaidin: Bisa Dilaporkan

Sunday, April 4, 2021
Junaidin saat menyampaikan materi yang berjudul "Menggali Ide Berita dan Teknik Reporter". Foto Poris Berita11.com.


Bima, Berita11.com - Seorang wartawan tidak diperbolehkan untuk merangkap profesi seperti menjadi anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun menjadi anggota organisasi masyarakat (Ormas).


Hal itu ditegaskan Junaidin saat menyampaikan materi di acara pelatihan jurnalistik yang digelar PWI Perwakilan Bima di aula SMKN 3 Bima Kota, Minggu (4/4/2021) siang.


Menurut Junaidin, seorang jurnalis harus melepaskan dulu profesinya sebagai wartawan jika ingin menjadi anggota LSM ataupun Ormas. Demikian juga sebaliknya, karena wartawan bersifat independen.


"Boleh jadi LSM tapi harus lepaskan dulu profesinya sebagai wartawan dan jika ada wartawan yang merangkap profesi seperti itu bisa dilaporkan ke Dewan Pers, karena sudah melanggar KEJ (Kode Etik Jurnalistik)," isyarat Junaidin.


Dikatakannya, banyak hal perlu dikhawatirkan, apalagi pekerjaan wartawan hanya sebatas konfirmasi saja. Tidak punya hak untuk melakukan pemeriksaan atau koreksi. Apalagi intimidasi terhadap salah satu pekerjaan yang dinilai bermasalah atau kurang dari aspek.


"Misalnya, ketika ada bangunan di tiap-tiap sekolah-sekolah, oknum ini (merangkap profesi, red) langsung periksa pekerjaan tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan spek. Wartawan tidak boleh seperti itu, tugas wartawan hanya konfirmasi saja dan harus profesional," bebernya.


Hal itu juga ditegaskan anggota Dewan Pers yakni Hendri Chairudin Bangun, saat memberikan materi kepada puluhan wartawan yang melakukan studi banding di ruang pertemuan Gedung Dewan Pers di Jakarta, sebagaimana dilansir Hisstori.com pada 10 September 2020 lalu.


Hendri Bangun mengatakan dengan tegas, pihaknya telah membuka pintu lebar- lebar kepada pihak mana saja yang merasa dirugikan untuk melaporkan ke Dewan Pers.


“Jangan ragu dan jangan takut laporkan ke Dewan Pers. Kita telah menyediakan juga laporan melalui online atau melalui website Dewan Pers," terangnya.


"Tunjukkan buktinya dan kita akan meminta kepada perusahaan media penerbit tersebut untuk memberhentikan wartawan tersebut. Karena ini sudah menyalahi kode etik sebagai jurnalis yang bersifat independen," sambung Hendri Bangun. [B-10]