DCJ dan Kedubes Amerika di Jakarta Tingkatkan Keterampilan Jurnalis Melalui Pelatihan Praktik Pengolahan dan Visualisasi Data -->

Iklan Semua Halaman

.

DCJ dan Kedubes Amerika di Jakarta Tingkatkan Keterampilan Jurnalis Melalui Pelatihan Praktik Pengolahan dan Visualisasi Data

Saturday, May 1, 2021
Data and Computional Journalism 2021.


Makassar, Berita11.com—Data and Computational Journalism (DCJ) Workshop and Conference, didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, memberikan pelatihan jurnalisme data dan komputasi untuk peliputan COVID-19 kepada 31 peserta yang terdiri dari jurnalis, dosen, dan mahasiswa jurnalistik di Makassar, Lombok, Bali, dan sekitarnya.

Pelatihan ini akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta untuk menganalisis data secara lebih kritis dan akurat guna menjelaskan realita pandemi secara lebih baik.

“Sangat penting bagi para jurnalis mempelajari data jurnalisme menggunakan alat teknologi dari praktisi jurnalisme AS dan alumni AS yang membantu jurnalis untuk bisa memberikan informasi lebih menarik menggunakan visualisasi data terutama pemberitaan selama pandemic,” ujar Kepala Humas Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Angie Mizeur.

Dengan begitu, katanya, para pembaca bisa lebih memahami dan melihat data lebih baik. Selain itu, , jurnalis juga bisa membagikan ilmu tentang jurnalisme data kepada jurnalis lainnya di Indonesia timur. “Pelatihan ini juga mengeratkan relasi antara Indonesia dan AS,” ujar Angie Mizeur.

Dalam situasi luar biasa seperti pandemi, jurnalis memiliki peran penting dengan memberikan informasi situasi terkini dan berita terbaru terkait COVID-19 seperti kasus, kebijakan pemerintah, tanggapan masyarakat, temuan ahli medis, analisis di bidang kesehatan dan masih banyak lagi - kepada publik. Jurnalis dalam hal ini berada di barisan depan dalam memerangi disinformasi kepada publik.

Munculnya berbagai data terkait COVID-19, baik dari pemerintah maupun lembaga non-profit (LSM) dapat membantu jurnalis untuk menghasilkan pemberitaan yang lebih baik dengan memberikan analisis mendalam namun sebaliknya juga bisa membingungkan jurnalis. Alasannya, sebagian data terkadang tidak konsisten dan terintegrasi di antara berbagai organisasi dan lembaga pemerintah. [B-11]