Minta Aktris "Saruncu" Diamankan, LPPK Bima NTB dan LAKP Dompu Demo Polres Dompu -->

Iklan Semua Halaman

.

Minta Aktris "Saruncu" Diamankan, LPPK Bima NTB dan LAKP Dompu Demo Polres Dompu

Monday, May 3, 2021
Massa aksi dari LPPK Bima NTB dan LAKP Kabupaten Dompu saat menggelar orasi di depan Polres Dompu. Foto Join BZ. Berita11.com.


Dompu, Berita11.com - Gabungan kelompok Lembaga Pemantau Pengawasan Korupsi (LPPK) Kota Bima NTB) dan Lembaga advokasi kebijakan publik (LAKP) Kabupaten Dompu menggelar demonstrasi di Polres Dompu, Senin (3/5/2021) siang.


Mereka meminta pihak Kepolisian Resor Dompu untuk segera mengamankan tersangka aktris goyang "Saruncu" layaknya orang yang serut kayu (mesum) di ruang isolasi RSUD Dompu berinisial N beberapa waktu lalu. 


Selian itu, mereka juga meminta segera selesaikan berkas perkara agar dinyatakan P21 oleh pihak Kejaksaan Negeri Dompu.


Menurut koordinator lapangan (Korlap) Irfan Samudra terkait kewenangan di bidang hukum mereka mempertanyakan, kenapa terduga pelaku aktris "Saruncu" hingga saat ini tidak dilakukan penahanan karena dinilai telah melakukan hal yang terburuk di RSUD Dompu.


"Perbuatan oknum-oknum itu sudah mencoreng moral kita sebagai masyarakat Dompu dan Bima, untuk itu kami kasih kesempatan kepada pihak kepolisian selama tiga hari untuk di P21 kasus ini dan jangan sampai gerakan ini menjadi tanda kita untuk melakukan hal-hal yang tidak kondusif," kata Irfan.


Dikatakannya, penyidik Polres Dompu diduga telah melakukan pembiaraan terhadap aktris "Saruncu" sehingga dikasih penangguhan penahanan.


"Perlu diketauhi bahwa hari ini hukum kita tumpul ke atas tajam ke bawah, padahal kita tahu bersama bahwa negara kita adalah negara hukum bukan negara pelakor," tandasnya.


 


Menyikapi hal itu, sekira pukul 12.15 Wita, Kasat Reskrim Polres Dompu Iptu Ivan Roland Christofel, S.T.K menjelaskan, penanganan kasus video mesum di ruang isolasi RSUD Dompu masih tetap berjalan dan saat ini sedang menunggu P21 oleh pihak Kejaksaan Negeri Dompu. 


"Terkait kasus itu, hingga saat ini masih berjalan, dan kenapa tidak ditahan, karena ancaman hukuman tersangka inisial N hanya satu tahun penjara dengan diterapkan UUD karantina," kata Kasat Reskrim.


"Sementara, tersangka baru bisa ditahan harus maksimal ancaman lima tahun penjara, harap bersabar agar kasus tersebut segera tuntas dan tersangka bisa diproses di persidangan nantinya," pungkas Ivan. [Join BZ]